Madrasah Ibtidaiyah Alami Perkembangan Signifikan
NU Online · Rabu, 11 November 2015 | 23:01 WIB
Jakarta, NU Online
Di seluruh Indonesia, jumlah Madrasah Indonesia (MI) sekitar 23 ribu dengan jumlah siswa 3.4 juta siswa. Dari sisi kuantitas dan kualitas, terdapat perkembangan yang signifikan yang menunjukkan besarnya minat masyarakat mendidik anaknya di MI.<>
Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan perkembangan baik ini bukan hanya di Jawa, tetapi juga terjadi di luar Jawa. Saat berkunjung di Kabupaten Bitung Sulawesi Utara, ia sampai tidak bisa berkata apa-apa melihat antusiasme masyarakat yang ingin mendidik anaknya di madrasah, padahal daerah tersebut muslim menjadi minoritas. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) ini memiliki murid lebih dari 1000.
“Kalau di Jombang, memper-lah (wajar). Saking besarnya animo masyarakat untuk masuk ke MIN itu, ketika anaknya tidak diterima, ada demo dan menutup pagar pintu masuk. Akhirnya kita alokasikan ada perluasan area,” paparnya.
Hal ini merupakan sedikit contoh bagaimana MI menjadi favorit. Hal yang sama juga terjadi di lain tempat, meskipun situasinya tidak dalam besaran yang sama.
Minat masuk madrasah meningkat setelah adanya kebijakan pemberian Biaya Operasional Sekolah (BOS). Hal ini memungkinkan madrasah memiliki biaya operasional yang memadai untuk menjalankan proses belajar mengajar yang memenuhi standar. (Mukafi Niam) ilustrasi: MI Istiqlal
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua