PCNU Cianjur: Kasus Dua Labu Jadi Alarm Kemiskinan Ekstrem
NU Online · Ahad, 8 Maret 2026 | 08:00 WIB
Cianjur, NU Online Jabar
Rasa prihatin dan miris mendalam menyelimuti Kabupaten Cianjur menyusul tragedi yang menimpa seorang warga miskin berinisial M (56). Korban dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dianiaya karena mengambil dua buah labu dari kebun milik warga berinisial UA di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.
Menanggapi kejadian memilukan tersebut, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, Jamiludin, memberikan pernyataan resmi di Kantor PCNU Cianjur. Ia menegaskan bahwa kekerasan fisik tidak bisa dibenarkan dalam penyelesaian masalah sosial.
"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Walaupun mengambil milik orang lain itu tidak diperbolehkan secara hukum. Namun tidak semestinya korban dianiaya hingga meninggal dunia. Ada yang salah dalam perilaku sosial masyarakat kita hari ini, di mana segala sesuatu cenderung diselesaikan dengan kekerasan dan intimidasi," ungkap Jamiludin, Jumat (6/3/2026).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pembinaan secara holistik dan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar tindakan main hakim sendiri tidak kembali terulang di masa depan.
Lebih lanjut, Jamiludin menyoroti akar permasalahan yang menurutnya berkaitan erat dengan kemiskinan ekstrem. Ia memaparkan bahwa Cianjur masih bergelut dengan status kabupaten termiskin di Jawa Barat dalam waktu yang cukup lama.Â
"Banyak warga di pelosok yang hidup dalam kondisi serba kekurangan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan naiknya harga pangan," ungkapnya.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Nuzulul Qur’an dan Spirit Membaca untuk Peradaban
2
Khubah Jumat: Separuh Ramadhan Telah Berlalu, Saatnya Muhasabah Diri
3
Mulai Malam Ini, Dianjurkan Baca Qunut pada Rakaat Terakhir Shalat Witir
4
Khutbah Jumat: Refleksi Puasa, Sudahkah Meningkatkan Kepedulian Sosial?
5
Antrean BBM Mengular di Medan, Harga Naik dan Stok Langka
6
Khutbah Bahasa Jawa: Ramadhan, Wekdal Sahe kangge Ngathahake Maos Al-Quran
Terkini
Lihat Semua