Masuki Kemarau, LPBI PBNU Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan dan Kekeringan
NU Online · Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:00 WIB
Kebakaran hutan kerap terjadi di wilayah yang alami kekeringan hebat akibat kemarau (Foto: Nationalgeographic)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau dipengaruhi fenomena El Nino, yang berpotensi memicu kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita semua agar upaya mitigasi dan upaya pengurangan risiko bencana bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan seluruh potensi yang ada di dalam masyarakat,” ujar Ketua LPBI PBNU, Tubagus Ace Hasan Syadzili dalam acara lokakarya di Padang, Sumatra Barat, sebagaimana dalam pernyataannya kepada NU Online, Jumat (26/6/2026).
Ace mengatakan fenomena El Nino tahun ini diperkirakan akan mencapai tingkat yang sangat ekstrem. Dampak perubahan iklim tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi cuaca, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan pangan.
“Akibat dari perubahan iklim terutama kemarau akibat dari El Nino ini akan berdampak terhadap ketersediaan pangan kita karena akan mempengaruhi terhadap masa tanam dan potensi produksi pertanian yang bisa jadi akan menurun dan bahkan menjadi gagal,” tuturnya.
Senada, Wakil Ketua LPBI PBNU, Affan Asirozi, menjelaskan bahwa dampak El Nino mulai terlihat di sejumlah wilayah Indonesia melalui munculnya anomali iklim.
Menurutnya, pola musim saat ini tidak lagi seragam, sehingga membutuhkan langkah antisipasi yang lebih adaptif.
"Sekarang kan berbeda-beda, ada yang sudah kering, ada daerah lain yang masih hujan. Jadi memang kita harus bisa mengantisipasi, terkait dengan El Nino ini, karena ini menyebabkan bencana yaitu kekeringan dan kebakaran hutan,” ujarnya.
Affan mengajak pengurus LPBI pusat hingga cabang, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menangani musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan bencana tersebut.
“Jadi LPBI PBNU mengimbau masyarakat, pengurus LPBI NU di setiap tingkat, dan pemerintah di daerah supaya mengantisipasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memperparah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"Kita tidak menyarankan masyarakat yang ada di sekitar hutan untuk membuka lahan hutan dengan cara membakar pohonan atau hutan. Karena membakar hutan, dalam membuka lahan itu pasti akan melebar ke mana-mana, yang nanti akan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan semakin besar," ujarnya.
Di sisi lain, LPBI PBNU juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan dengan memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.
"Terkait kekeringan ini, kita coba mendata wilayah mana-mana saja. Jadi kita bisa mengatasi bencana kekeringan ini dengan cepat,” ujarnya.
“Kita akan berkolaborasi dengan pihak terkait, misalnya kita membuat sumur bor atau memompa air yang ada di bawah sampai ke atas, itu harus melibatkan beberapa pihak," lanjutnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Seni Berlapang Dada di Tengah Ujian Kehidupan dari Imam al-Qusyairi
2
Esok Puasa Tasu'a, Raih 4 Keutamaannya
3
Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah
4
Ahli dari DPR: Penyelesaian Guru Honorer Harus Jadi Prioritas Pemerintah
5
Khutbah Jumat: Menjaga Hati dari Kebiasaan Membandingkan Diri di Media Sosial
6
Khutbah Jumat: Keutamaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh
Terkini
Lihat Semua