Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bukan organisasi yang layak untuk diikuti oleh masyarakat.<>
"Dari sisi keormasan mereka ilegal dan dari sisi keagamaan dia bukan Islam, Kristen, Yahudi dan seterusnya. Tentu ini bukan organisasi yang layak untuk diikuti masyarakat," kata Lukman Hakim Saifuddin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, sampai saat ini aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan lebih insentif terkait gerakan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyatakan Gafatar tidak terdaftar secara resmi.
"Kalau dari sisi agama atau paham yang mereka sebarluaskan dari kajian yang dilakukan MUI paham yang dikembangkan tidak sebagaimana paham yang secara mainstream pokok-pokok ajaran Islam. Mereka juga tidak menyatakan diri sebagai Islam tapi mereka ingin menyatukan agama ibrahimiah seperti Islam, Yahudi, dan Kristiani," tuturnya.
Ia menilai potensi dan kecenderungan untuk menjadi radikal bagi Gafatar memang bisa saja ada, sehingga harus didalami oleh aparat penegak hukum latar belakang dan motif apa yang melatarbelakangi penyebarluasan paham ini.
"Ya terus melakukan penelusuran, pengamatan dan pelacakan terhadap gerakan itu, seperti yang saya katakan apa latar belakangnya, terbentuknya paham ini karena aspek-aspek apa saja, dan orang-orang yang berdiri di belakangnya siapa saja, sedang didalami," ujarnya.
Ia menambahkan gerakan tersebut dulu pernah ada hanya tidak semasif sekarang ketika banyak menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
"Karena ada masyarakat yang tidak diketahui keberadaannya karena diduga mengikuti paham ini. Kalau dulu keresahan yang ditimbulkan tidak seperti sekarang," tambahnya. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua