NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
NU Online Ā· Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:30 WIB
Pringsewu, NU Online
Upaya membantu perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM warga Nahdlatul Ulama, perlu terus diperkuat di tengah kondisi perekonomian saat ini. Hal ini yang menjadi salah satu perhatian Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU.
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Kariroh mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini membutuhkan gerakan nyata dari lembaga filantropi untuk membantu masyarakat agar tetap mampu bertahan dan berkembang dengan baik.
Karena itu, NU Care-LAZISNU PBNU telah menggulirkan program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah yang pengembangannya juga akan dilakukan di Kabupaten PringsewuĀ
Program tersebut meliputi pembinaan usaha dan pemberian modal usaha kepada masyarakat. Pembinaan ini akan dimulai dari pendataan, pelatihan dan perubahan mindset, dan pemberian bantuan usaha.Ā
āPembinaan ini kami tujukan untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM warga NU. Melalui pembinaan dan pemberian modal, diharapkan masyarakat dapat terbantu dan mampu meningkatkan taraf ekonominya,ā ujarnya melakukan kunjungan ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu, Sabtu (23/5/2026).
Setelah pembinaan tersebut diharapkan pegiat UMKM akan bisa menularkan keberhasilan mereka dengan ikutserta membantu UMKM lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan infak dan sedekah dari penghasilan yang didapat untuk diberikan pada UMKM lainnya.
Pada kesempatan tersebut ia mengapresiasi kiprahĀ NU Care-LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang dinilai berhasil memaksimalkan gerakan filantropi melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk optimalisasi program kotak infakĀ (Koin) NU.
Menurutnya, keberhasilan program filantropi sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat sehingga pengelolaan lembaga harus dilakukan secara profesional dan transparan.
āKepercayaan masyarakat harus dijaga. Program-program yang ada harus benar-benar dikelola secara maksimal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,ā katanya.
Selain membahas penguatan UMKM, pertemuan tersebut juga membicarakan pentingnya inovasi digital dalam penggalangan serta maksimalisasi zakat, infak, dan sedekah. Digitalisasi dinilai telah menjadi sebuah keniscayaan dalam pengembangan filantropi modern.
Platform-platform digital harus dimaksimalkan oleh LAZISNU agar mampu menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas sehingga berdampak pada semakin luasnya kemaslahatan yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Digital platform saat ini dinilai menjadi market strategis dalam menggalang filantropi, sehingga penguatan digitalisasi menjadi langkah penting bagi LAZISNU dalam menghadapi perkembangan zaman dan perubahan perilaku masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu, H. Muhammad Faizin, menyambut baik sinergi antara LAZISNU PBNU dan LAZISNU Kabupaten Pringsewu dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program-program pemberdayaan UMKM sangat penting untuk membantu warga menghadapi ketidakpastian ekonomi yang saat ini dirasakan di berbagai sektor kehidupan.
Ia berharap seluruh pengurus LAZISNU Kabupaten Pringsewu tetap istiqamah dalam menjalankan khidmah secara profesional dan transparan sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat.
āKepercayaan menjadi kunci bagi berjalannya program. Karena itu profesionalitas, transparansi, dan amanah harus terus dijaga,ā jelasnya pada pertemuan yang dilakukan di Gedung NU Peduli Pringsewu.
H Faizin juga berharap komunikasi dan sinergitas dengan LAZISNU PBNU terus diperkuat agar program-program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan benar-benar selaras dan mampu bersama-sama mencapai visi dan misi LAZISNU dalam membantu kesejahteraan masyarakat.
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua