Mendikbud: Penerapan Kurikulum 2013 Tidak akan Ditunda
NU Online · Kamis, 6 Desember 2012 | 00:08 WIB
Jakarta, NU Online
Meski menerima keberatan dari beberapa kalangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, penerapan kurikulum baru mulai tahun ajaran 2013/2014 tidak mungkin ditunda.<>
"Tidak mungkin dilakukan penundaan. Intinya, begitu hilang setahun, berapa juta anak yang kehilangan kesempatan untuk itu. Kaitannya kami menghitung pada 100 tahun Indonesia pada 2045," kata Mendikbud usai acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-67 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12).
Secara subtansi, menurut dia tidak ada masalah dalam subtansi kurikulum baru, meskipun ada permintaan untuk menunda penerapan kurikulum baru.
"Yang penting kurikulum tidak bermasalah. Untuk urusan teknis, maka bisa dijelaskan secara teknis pula," katanya.
Secara teknis, kata Mendikbud, dilakukan bertahap. Skenario awal, kurikulum baru tersebut diprioritas kepada kelas 1,4,7, dan 10.
Jadi bukan seluruh guru yang dilatih. Tapi didahulukan guru kelas 1 dan 4," ujar dia.
Rentang waktu enam bulan diperkirakan akan cukup untuk melatih para guru dalam penerapan kurikulum baru tersebut.
Mengenai tidak adanya mata pelajaran IPA dan IPS untuk sekolah dasar, Nuh mengatakan jangan dikaitkan dengan anak-anak akan bertambah bodoh.
Menurut materi pelajaran IPA dan IPS tersebut tetap diajarkan melalui fenomena alam dan fenomena sosial. Dia menyebutnya sebagai sistem pengajaran seperti itu sebagai pendekatan tematik integratif.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua