Internasional

Layanan Kesehatan Haji di Madinah Meningkat, Hipertensi Dominasi Kasus, Jamaah Diminta Batasi Aktivitas

NU Online  ·  Senin, 4 Mei 2026 | 10:00 WIB

Layanan Kesehatan Haji di Madinah Meningkat, Hipertensi Dominasi Kasus, Jamaah Diminta Batasi Aktivitas

Jamaah haji. (Foto: MCH)

Madinah, NU Online

Penyelenggaraan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia di Madinah terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah kedatangan. Hingga hari ke-10 operasional, Jumat (1/5/2026), layanan kesehatan berjalan intensif di seluruh lini, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas rujukan.


Data Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencatat, sebanyak 62.905 jamaah yang tergabung dalam 133 kloter telah tiba di Madinah, atau sekitar 50 persen dari total rencana kedatangan.


Pada layanan kesehatan kloter, tercatat 633 jamaah menjalani rawat jalan dalam satu hari, dengan total kumulatif mencapai 5.155 kasus. Tiga penyakit terbanyak adalah hipertensi primer (736 kasus), infeksi saluran pernapasan atas atau flu (493 kasus), serta myalgia atau nyeri otot (331 kasus).


Sementara itu, layanan kesehatan sektor menangani 4 kasus kegawatdaruratan pada hari tersebut, dengan total kumulatif 78 kasus. Diagnosis terbanyak meliputi diare dan gastroenteritis (17 kasus), hipertensi (15 kasus), serta flu biasa (7 kasus).


Di tingkat KKHI, tercatat 9 kasus layanan kegawatdaruratan dan rawat jalan, dengan total kumulatif mencapai 76 kasus. Penyakit jantung hipertensi (hypertensive heart disease) menjadi kasus terbanyak yang ditangani.


Adapun jamaah yang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi tercatat sebanyak 42 orang masih menjalani perawatan, dengan total kumulatif rawat inap mencapai 93 kasus. Penyakit pneumonia menjadi diagnosis terbanyak pada kasus rawat inap.


Layanan farmasi juga menunjukkan aktivitas tinggi, dengan 512 pelayanan obat pada hari tersebut dan total kumulatif 4.170 layanan. Tiga jenis obat yang paling banyak digunakan adalah Paracetamol 500 mg (4.874 penggunaan), Amlodipine 5 mg (1.932), dan Amoxicillin 500 mg (1.752).


Di sisi lain, laporan mencatat terdapat 2 jamaah wafat pada hari itu, sehingga total kumulatif jemaah wafat hingga hari ke-10 mencapai 7 orang.


Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah, Enny Nuryanti, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan di tengah aktivitas ibadah yang mulai meningkat. Ia meminta petugas kesehatan kloter dan sektor untuk aktif mengawasi jemaah, terutama yang berisiko tinggi.


“Jemaah, khususnya yang memiliki penyakit penyerta, harus dipastikan dalam kondisi terkontrol. Aktivitas perlu dibatasi agar tidak terjadi kelelahan sebelum puncak ibadah,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta pendampingan bagi jemaah lanjut usia saat beraktivitas di luar hotel. “Untuk jemaah lansia, sebaiknya tidak bepergian sendiri. Harus ada pendamping agar lebih aman,” tambahnya.


Khusus bagi jemaah yang telah tiba di Makkah, Enny mengimbau agar tidak terburu-buru menjalankan umrah.


“Jemaah yang baru sampai sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Jika akan melaksanakan umrah, dianjurkan pada malam hari agar lebih nyaman dan tidak terpapar panas,” jelasnya.


Dengan suhu siang hari di Madinah yang mencapai 36°C, menjaga stamina dan mengatur aktivitas menjadi kunci utama agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang