Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen
NU Online · Jumat, 8 Mei 2015 | 15:37 WIB
Jakarta, NU Onilne
Islam Nusantara mempunyai karakter yang khas, yakni tidak homogen. Umat Islam mempraktikkan ajaran dalam bentuk yang berbeda-beda. Nilai-nilai Islam mewujud dalam bermacam-macam tradisi yang diamalkan dari waktu ke waktu.<>
“Jawa Tengah dan Jawa Timur saja berbeda. Apalagi sampai ke Kalimantan dan Sulawesi,” kata sejarawan pesantren Zainul Milal Bizawie dalam diskusi Islam Nusantara di kampus utama STAINU Jakarta di kawasan Matraman Jakarta Pusat, Jum’at (8/5). Diskusi rutin ini diikuti para dosen dan pimpinan STAINU Jakarta.
Menurutnya, tradisi keagamaan yang berbeda itu tidak perlu diseragamkan. “Kalau diseragamkan ya jadinya kayak Arab Saudi,” kata penulis buku “Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad” serta “Syekh Mutamakkin” itu.
STAINU Jakarta merupakan kampus yang pertama memelopori kajian Islam Nusantara. Dalam kesempatan itu, Milal mengingatkan, Islam Nusantara di STAINU bukan sekedar obyek penelitian. Sebaliknya, Islam Nusantara menjadi subyek atau semacam pisau analisa untuk mengamati dan menilai berbagai praktik keagamaan di luar.
Milal menambahkan, salah satu karakter Islam Nusantara dalam hal keilmuan seperti dipraktikkan di pesantren adalah prosesi pembaiatan. Ini berkaitan dengan sanad keilmuan dan pertanggungjawaban moral atas ilmu yang didapatkan.
Selain itu, Islam Nusantara mengenal konsep berkah atau barokah, dalam pengertian hubungan guru dan murid tidak berlangsung secara intelektual, tetapi juga spiritual. “Barokah inilah yang sekarang dihilangkan dari dunia akademis,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
3
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
4
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
5
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
6
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
Terkini
Lihat Semua