Jakarta, NU Online
Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) yang digelar 14-17 September 2012 di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, akan membahas konsep kenegaraan dari sudut pandang Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
<>
Hal ini terungkap dalam pembahasan masail diniyah Munas dan Konbes NU yang diselenggarakan tiga komisi, yaitu Maudhuâiyah (persoalan tematik), Qonuniyah (perundangan-undangan), dan Waqiâiyah (peristiwa nyata), di Hotel Santika Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (8/8) malam. Pembahasan kenegaraan menjadi fokus kajian komisi Maudhuâiyah.
Isu yang dibahas merupakan sejumlah elemen pokok yang berdampak luas pada kemaslahatan negara secara keseluruhan, antara lain penjelasan konsep rakyat, pemerintah, wilayah atau aset negara, serta kedaulatan negara. Poin-poin ini akan menyinggung isu turunan, seperti hak dan kewajiban rakyat, Pemilu, demonstrasi, pajak, jihad, dan lain-lain.
âKita ingin Ahlusunnah wal Jamaah mempunyai pandangan utuh tentang negara,â ujar Wasekjen PBNU Abdul Munâim DZ saat mengikuti sidang komisi.
Menurutnya, Muktamar NU memang pernah mengangkat beberapa isu yang hampir sama. Namun, hal itu perlu disuarakan lagi, selain sebagai bentuk penegasan kembali, juga usaha penyempurnaan dan pemaparan yang lebih sistematis.
Hadir sebagai pembicara pada malam itu, antara lain KH Ali Mustofa Yaâkub (Rais Syuriyah PBNU), KH Masdar Farid Masâudi (Rais Syuriyah PBNU), dan KH Afifudin Muhajir (Katib Syuriyah PBNU). Forum pembahasan diikuti oleh segenap anggota komisi yang terdiri dari para pakar hukum Islam.
Saat ini panitia tengah sibuk mengumpulkan dan merumuskan materi hasil diskusi untuk disampaikan kepada forum musyawarah yang dilaksanakan menjelang akhir Syawal ini. Draf pembahasan ditargetkan akan selesai pada 25 Ramadhan atau 14 Agustus 2012.
Redaktur: Mukafi  Niam
Penulis  : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua