Muslimat Angkat Anak Asuh Puluhan Penyandang Disabilitas
NU Online · Sabtu, 11 Agustus 2012 | 01:39 WIB
Jakarta, NU Online
Muslimat Nahdlatul Ulama menjadikan momentum Ramadhan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penyandang disabilitas. Organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini memberi santunan kepada mereka melalui program Amaliyah Ramadhan, di Yayasan Permata Disabilitas, Pondok Bambu, Kamis (10/8).<>
Ketua Bidang Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup PP Muslimat NU, Asna Nelly Wahid, mengatakan, pihaknya merasa senang bisa berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penyandang disabilitas yang mayoritas adalah anak yatim.
âKita memberi mereka susu, peralatan mandi, biskuit, dan lain-lainnya. Alhamdulillah, mereka senang menerima kehadiran kita,â katanya kepada Duta.
Menurutnya, Muslimat tidak hanya memberi santunan, tapi juga mengangkat mereka sebagai anak asuh yang akan mendapat perhatian serius Muslimat. âMuslimat mengangkat mereka sebagai anak asuh. Kita akan membantu sesuai kebutuhan mereka,â jelasnya.
Muslimat, jelas Nelly, telah menghimpun dana sebesar 50 juta dari pengurus Muslimat untuk disumbangkan kepada mereka. Meskipun pengangkatan mereka sebagai anak asuh dilakukan secara spontan, namun dana yang terkumpul berlangsung cepat, sehingga program bisa segera dijalankan.Â
âKebutuhan anak-anak cacat itu berbeda-beda, ada yang perlu penyangga kaki, penyangga dada rontgsen tubuh, dan kursi roda. Yang butuh kursi roda ya kita belikan kursi roda. Pokoknya kita membantu sesuai kebutuhan mereka. Dana itu telah siap,â katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, anak-anak peyandang disabilitas itu kini berada di bawah asuhan Yayasan Permata Disabilitas. âMereka yang penyandang disabilitas peduli terhadap anak-anak disablitas. Makanya kita, ibu-ibu Muslimat terketuk membantu mereka,â jelasnya.
Ia menjelaskan, Yayasan Permata Disabilitas merupakan Yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi berbasis masyarakat. âKegiatannya memberikan pelatihan baik anak maupun ortunya yang mempunyai anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak mampu,â tuturnya.
Selain itu, jelas Nelly, mereka juga memberikan santunan bagi anak yatim cacat dari keluarga penyandang cacat. âMereka ada yang tuna daksa, tuna grahita, tuna netra, celebral palsy, dan tuna rungu. Atas dasar keprihatinan itu, Bidang Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup Muslimat NU menjadikan mereka anak asuh,â katanya.
Muslimat, lanjutnya, berharap kelak bisa menjadi anak mandiri dengan bantuan yang diberikan. âJika kebutuhan mereka terpenuhi kebutuhan terhadap alat-alat tubuh mereka sehingga pada ahirnya mereka dapat mandiri dan percaya diri,â katanya.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua