Nasional

NU Peduli NTT Terjang Ombak Demi Salurkan Bantuan bagi Warga Pulau Palue Sikka

NU Online  ·  Senin, 24 Agustus 2026 | 21:00 WIB

NU Peduli NTT Terjang Ombak Demi Salurkan Bantuan bagi Warga Pulau Palue Sikka

Penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (22/8/2026). (Dok NU Peduli NTT)

Jakarta, NU Online

 

Di tengah akses yang belum mudah pascagempa, Tim NU Peduli NTT menempuh perjalanan laut sekitar lima jam untuk menjangkau warga terdampak di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sikka Aklamin mengatakan tim berangkat dari Pelabuhan L Say Maumere pada Jumat (21/8/2026) pukul 21.35 WITA menggunakan kapal warga.

 

“Kita perjalanan melalui kapal penumpang yang pemiliknya punya warga. Saat perjalanan di tengah laut ternyata ada ombak yang lumayan membuat kita pusing hingga mual,” ungkapnya kepada NU Online, Senin (24/8/2026).

 

Aklamin menyampaikan bahwa perjalanan malam itu tidak berhenti setelah tim tiba di Pelabuhan Palue pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 02.45 WITA. Dengan difasilitasi Tim Siaga Desa, mereka melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengungsian di Desa Ladolaka untuk mendistribusikan bantuan kepada warga.

 

“Dari Pelabuhan Palue ke Desa Ladolaka saya kira dekat ternyata masih jauh, kaya naik bukit dahulu dan kami tim NU Peduli ke lokasi diantara menggunakan motor,” katanya.

 

“Di tengah malam hari itu dengan cahaya yang remang-remang, menuju ke lokasi juga tidak mudah karena jalan yang kami lewati banyak yang retak akibat gempa kencang kemarin, sinyal internet juga di sana sedikit terkendala, kadang ada, kadang tidak ada,” lanjutnya.

 

Ia menyampaikan bahwa bantuan logistik yang dibawa antara lain beras, air mineral, gula pasir, tikar, terpal, telur, minyak goreng, selimut, obat-obatan, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

 

"Kita memang agak fokus ke air mineral karena tidak gempa saja di sana kesulitan mendapatkan air, jadi kami membawa air mineral lebih banyak," katanya.

 

Aklamin mengatakan kondisi warga yang ditemui menunjukkan beratnya dampak gempa. Banyak rumah mengalami kerusakan parah. Bahkan, seorang anak sekitar 14 tahun mengalami patah tulang dan pendarahan setelah tertimbun reruntuhan.

 

Ia menyampaikan bahwa kondisi anak tersebut kini menjalani pengobatan dan telah menjalani operasi. Tim NU Peduli juga memberikan santunan.

 

Di tengah situasi tersebut, Aklamin menyampaikan bahwa bantuan diberikan tanpa membedakan latar belakang agama.

 

“Bantuan yang kami berikan kepada warga muslim dan nonmuslim di sana. Prinsip utama kami membantu warga NTT yang terdampak gempa baik dari kalangan NU, muslim hingga nonmuslim,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan bahwa gerakan kemanusiaan tersebut tidak sekadar menjadi ikhtiar untuk meringankan beban warga setelah bencana. Lebih dari itu, kehadiran NU Peduli di Palue menjadi upaya merawat ukhuwah basyariyah, yakni persaudaraan kemanusiaan yang melampaui perbedaan agama dan latar belakang.

 

Menurutnya, kehadiran NU Peduli juga mendapat sambutan hangat dari warga nonmuslim yang merasa NU menjadi bagian dari mereka, terutama karena mengenang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

 

“Ada salah satu warga nonmuslim sangat senang ketika NU Peduli NTT turun langsung, karena di daerah sana belum ada bantuan dan mereka merasa NU adalah bagian dari mereka terutama mengenang salah satu tokoh NU yaitu Gus Dur,” kata Aklamin.

 

Tim NU Peduli NTT juga membuka donasi melalui LAZISNU NTT untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, evakuasi, layanan kesehatan, serta pendampingan masyarakat. Penggalangan kepedulian dapat disalurkan melalui BSI 7164790007 atas nama LAZISNU NTT dan konfirmasi ke kontak 082144503651 Gus Sholeh. Donasi juga dapat melalui situs nucare.id/campaign/pedulibencana dan NU Online Super App melalui fitur Galang Dana Korban Bencana.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang