Nasional

Ormas Keagamaan Bantu Jaga Kemajemukan di Indonesia

Jumat, 6 Mei 2016 | 14:09 WIB

Jakarta, NU Online
Indonesia harus sangat bersyukur, karena Indonesia bisa tetap terjaga dan terpilihara kehidupan keagamaannya. Ini karena faktor dan pengaruh adanya ormas-ormas keagamaan yang telah hidup ratusan tahun, bahkan sebelum Indonesia merdeka yang ikut menata kemajemukan di Indonesia.

“Ormas Islam seperti Tarbiyah Islamiyah telah memberikan kontribusi yang sangat besar ikut menjaga kehidupan keagamaan yang sangat kondusif dengan jati diri ke Indonesia itu sendiri, sehingga keutuhan (bangsa) dapat terpelihara dan terjaga,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada media yang menemuinya usai perhelatan Tasyakuran Milad Tarbiyah Islamiyah ke-88 di Jakarta, Kamis (05/05). Tampak hadir mendampingi Menag, Seseditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Karo Umum Syafrizal. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Ditandaskan Menag, dengan bangsa yang majemuk, keutuhan menjadi harga mati dalam menciptakan kelangsungan berbangsa dan bernegara yang dilandasi nilai-nilai agama. Perilaku radikalisme dan terorisme mengatasnamakan agama sebaiknya kita sikapi dengan intropeksi diri.

“Hal tersebut memerlukan peran para pemuka agama/tokoh agama dan ormas keagamaan untuk ikut menjelaskan agama kepada masyarakat pada aspek nilai substansi agama yang ramah, damai, dan menebarkan kebaikan serta keselamatan bagi sesama, bukan sebaliknya agama yang menumpahkan kebencihan, perpecahan dan kehancuran,” papar Menag.

Dengan demkikian, pesan Menag, sebagai ormas keagamaan, Tarbiyah Islamiyah dituntut menjunjung tinggi nilai dakwah yang sesungguhnya, jangan kita sampai tergelincir terhadap tindakan yang memaksakan terhadap kehendak atau pemahaman yang dimiliki.

“Perbedaan merupakan sunatullah dan sesuatu hal yang niscaya,” terang Menag. Red: Mukafi Niam