750 Rial yang Sangat Berarti untuk Bayar Dam
NU Online Ā· Ahad, 24 Mei 2026 | 16:30 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Setiap jamaah haji menerima 750 rial secara tunai saat tiba di Tanah Haram. Uang ini sangat berarti bagi jamaah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pembayaran dam senilai 720 rial.
"Kita haji tamattu kena dam ya. Damnya itu 720. Bisa membantu membayar dam," kataĀ seorangĀ jamaahĀ hajiĀ 2026,Ā Nur S Nisa, kepada NU Online pada Jumat (22/5/2026).
"Dikira orang awam itu sisa uang haji. Padahal itu nilai kebermanfaatan dari angka 25 juta (setoran awal)," lanjutnya.
Pembayaran dam ini dikolektif melalui petugas kloter untuk dibayarkan melalui loket resmi. "Masing-masing dari kita dapat kwitansi," katanya.
Ia juga melihat ada loket Addahi, lembaga resmi yang ditunjuk untuk mengelola dam, di dekat Masjidil Haram. Jamaah yang belum dikolektif dapat membayarkan langsung di loket tersebut.
Baca Juga
Dam Haji: Pengertian dan Jenis-jenisnyaĀ
Meskipun bahasanya living cost, ia mengaku hal tersebut digunakan untuk dam. Sebab, ia mengaku tidak kekurangan makan mengingat ada konsumsi tiga kali sehari dengan menu yang cukup bisa dinikmati lidah Nusantara.
Nisa, sapaan akrabnya, mengaku mendapat manfaat luar biasa dari pengelolaan keuangan haji. Selain uang tunai yang ia gunakan untuk dam, tetapi juga pemenuhan pembiayaan haji.
"Selama ini uang kita kayak dideposito. Nilai awal dapat porsi tidak mengendap gitu saja. Diputar sama yang berwenang (BPKH) nilai kebermanfaatan," ujarnya.
Dari pendaftaran pada tahun 2012, ada keuntungan yang digunakan untuk memenuhi biaya Rp87 juta, sedangkan yang ia bayar Rp54 juta.
Sebelumnya, Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan haji dilakukan secara amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jamaah.
Pada tahun 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp12 triliun dengan dana kelolaan total Rp180 T. Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jamaah tunggu maupun jemaah yang berangkat.
"Jamaah juga mendapatkan uang saku atau living cost sebesar 750 Riyal Arab Saudi yang dapat digunakan sebagai bekal operasional selama berada di Tanah Suci," katanya.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
Terkini
Lihat Semua