Klaten, NU Online
Banyaknya kampanye hitam (black campaign) yang terjadi dalam momentum pemilihan presiden (pilpres) rawan menimbulkan perpecahan, khususnya di kalangan umat Islam.
<>
Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Malik Madani mengaku prihatin dengan keadaan tersebut saat bertemu Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten, Senin (30/6).
Dikatakan Kiai Malik, sebagian umat masih belum cerdas menyikapi kampanye hitam. “Padahal sebagai muslim mestinya mampu memilah informasi. Jangan langsung memvonis sesuatu karena hal ini disampaikan dalam salah satu ayat Al-Quran,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga meminta warga NU untuk memainkan politik tingkat tinggi dalam konstelasi pilpres, yakni politik santun dan penuh etika.
“Warga NU harus mampu berpolitik etis, high politic (politik tingkat tinggi). Tidak menghalalkan segala cara,” tegas Kiai Malik.
Menurutnya, melalui politik tingkat tinggi, warga Nahdliyin tidak hanya menjaga dinamika pemilihan umum, tetapi juga dapat memberi pencerahan umat dan membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat.
Kiai Malik mengatakan politik kenegaraan, politik kerakyatan dan politik yang santun menjadi pilar politik tingkat tinggi. “Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua