Nasional

Pengamat Minta Pemerintah Perkuat Transportasi Lewat Rel KA dan Pengembangan Biofuel

NU Online  ·  Selasa, 14 April 2026 | 15:00 WIB

Pengamat Minta Pemerintah Perkuat Transportasi Lewat Rel KA dan Pengembangan Biofuel

Ilustrasi kendaraan biofuel. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online 

 

Presiden Prabowo Subianto tengah menggencarkan komersialisasi kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu ditandai dengan peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026).

 

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai perkembangan kendaraan listrik perlu diimbangi dengan peningkatan sistem transportasi dan pemanfaatan energi yang digunakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

Menurutnya, penguatan sektor transportasi tidak cukup hanya bertumpu pada elektrifikasi kendaraan, tetapi juga perlu didukung optimalisasi jaringan rel kereta api (KA) serta pengembangan biofuel sebagai alternatif energi.

 

"Sektor transportasi tetap menjadi pengguna BBM terbesar di Indonesia," katanya kepada NU Online pada Selasa (14/4/2026).

 

Terkait rel kereta api, Djoko menyebut krisis energi berdampak besar pada harga pangan, karena biaya distribusi dengan truk sangat bergantung pada harga solar. Ia menilai pembangunan rel ganda (double track) perlu dipercepat untuk angkutan barang.

 

"Pembangunan rel ganda untuk angkutan barang agar beban logistik berpindah dari jalan raya ke kereta api yang jauh lebih efisien secara energi," katanya.

 

Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah untuk kembali mengaktifkan jalur rel yang sebelumnya pernah beroperasi, baik di Pulau Jawa maupun Sumatra.

 

Terkait energi terbarukan lainnya, Djoko juga melihat pemerintah perlu mempertegas pengembangan bahan bakar nabati (biofuel). Hal ini bisa cara untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengurangi impor energi.

 

"(Melalui cara) Peningkatan kadar campuran, melanjutkan pengembangan B40 atau B50 (biodiesel) dengan tetap menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan energi, food vs fuel," jelasnya,

 

Realisasi pembenahan angkutan umum

 

Djoko meragukan realisasi target pemerintah untuk membenahi angkutan umum di 20 kota dalam RPJMN 2025-2029. Hal ini karena anggaran terus menurun, dari Rp582,98 miliar pada 2023 menjadi hanya Rp82,6 miliar pada 2026.

 

"Sejauh ini, baru satu kota yang berhasil direalisasikan, yaitu Manado (Trans Manado) pada tahun 2025," katanya.

 

Padahal, menurutnya, pemerintah perlu mendukung pengembangan transportasi berbasis produksi nasional. Saat ini, jumlah perusahaan yang terlibat masih terbatas sehingga perlu diperbanyak.

 

Ia mencontohkan pengembangan bus listrik nasional oleh PT INKA yang bekerja sama dengan empat perguruan tinggi (UGM, ITS, Universitas Airlangga, dan ISI Denpasar) serta industri karoseri lokal Piala Mas, yang telah terbukti sejak pertemuan G20 Bali 2022.

 

"Langkah strategis ini bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan investasi jangka panjang demi stabilitas fiskal dan kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan," katanya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang