Peta Jalan 25 Tahun NU Disiapkan Jadi Acuan Pembangunan Skenario Hadapi Perubahan hingga 2050
NU Online · Senin, 27 Juli 2026 | 18:00 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Ketua Tim Penyusun Peta Jalan 25 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) 2026–2050 Rumadi Ahmad menjelaskan bahwa dokumen Road Map 25 Tahun NU disiapkan sebagai pedoman pembangunan jangka panjang organisasi. Pedoman ini akan disahkan dalam Muktamar Ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.
Menurutnya, dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun pembangunan skenario NU agar mampu mengantisipasi berbagai perubahan di masa depan.
Rumadi menjelaskan hal tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengayaan Draf Roadmap 25 Tahun NU (2026-2050) di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2027).
"Selain itu, juga bisa menjadi kerangka program yang terukur di setiap periode dan di setiap tingkatan kepengurusan Nahdlatul Ulama, baik di berbagai tingkatan, dari PBNU sampai Pengurus Ranting NU," katanya.
Rumadi mengatakan Road Map NU menetapkan tujuh dimensi pembangunan organisasi dengan target capaian. Dimensi tersebut, katanya, terdapat Konsolidasi Jam'iyah, Kesejahteraan Sosial Ekonomi, Keunggulan SDM NU, Pesantren dan Aswaja, Lingkungan Berkelanjutan, Kemaslahatan Bangsa, serta Peradaban Dunia.
"Jadi, dalam proses penyusunan ini harus mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di NU sampai tahun 2050," jelasnya.
Rumadi menjelaskan, penyusunan peta jalan dilatarbelakangi oleh perubahan situasi global maupun dinamika internal NU yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan geopolitik dunia serta perubahan karakter dan kondisi warga NU perlu diantisipasi sejak dini melalui perencanaan yang terarah hingga tahun 2050.
"Secara internal, NU juga memerlukan desain jangka panjang sebagai arah kebijakan strategis supaya perjalanan NU ini bisa disadari bersama-sama oleh seluruh warga di lingkungan Nahdlatul Ulama," katanya.
Rumadi mengakui, selama ini arah kebijakan organisasi kerap bergantung pada gaya kepemimpinan di setiap periode. Melalui penyusunan peta jalan tersebut, NU berupaya membangun sistem perencanaan yang lebih terstruktur sehingga arah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh kepemimpinan yang sedang menjabat.
Lebih lanjut, Rumadi mengatakan implementasi Peta Jalan NU juga disertai aspek teknokratis untuk memastikan seluruh rencana dapat dilaksanakan secara konsisten.
"Harapannya, di setiap kepengurusan Nahdlatul Ulama setiap lima tahun, sudah dibuat asumsi-asumsi kuantitatif berdasarkan asumsi kualitatif yang kita sebut di dalam dokumen ini," terangnya.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
3
Prediksi BMKG: Musim Kemarau Dominasi Indonesia hingga Akhir Juli 2026
4
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
5
Hukum Memakan Gaji Buta
6
Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan 'Londo Ireng' yang Dikaitkan dengan Wartawan
Terkini
Lihat Semua