Prabowo: Aneh, RI Produsen Sawit Terbesar Dunia tapi Minyak Goreng Sempat Langka
NU Online · Jumat, 15 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Prabowo Subiantor merasa aneh Indonesia produsen sawit terbesar di dunia, tapi minyak goreng langka. (Foto: Setpres)
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Presiden Prabowo Subianto mengatakan kekuatan suatu negara terletak bagaimana negara itu bisa menguasai dan mengelola kekayaan.
"Karena itu, kita harus berani koreksi apabila kita telah mengambil langkah keliru," kata Prabowo dalam pidato Rapat Bersama DPR-DPD RI, Jumat (15/8/2025).
Prabowo menyoroti kelangkaan minyak goreng (migor) yang pernah melanda Indonesia. Padahal, kata dia, Indonesia adalah negara produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Dia menyoroti bagaimana Indonesia selama berminggu-minggu bahkan bulanan mengalami kelangkaan minyak goreng.
Sebagai catatan, hal ini terjadi pada tahun 2022 lampau. Kala itu, minyak goreng sempat raib dari pasar dan ritel modern.
"Sungguh aneh, negara dengan produksi kelapa sawit terbesar di dunia pernah mengalami kelangkaan minyak goreng. Ini aneh, sungguh aneh sekali. Tidak masuk di akal sehat," kata Prabowo.
Prabowo menduga adanya penyimpangan dalam kelangkaan minyak goreng. "Ini aneh, tidak masuk akal. Itu adalah permainan manipulasi yang saya beri nama, serakahnomics," ujarnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani membahas istilah yang kerap digunakan Presiden Prabowo Subianto, Serakahnomic.
"Keuntungan mereka sudah melampaui batas rasionalitas ilmu ekonomi dan nilai peradaban. Presiden Prabowo Subianto menyebutnya dengan istilah tajam: "serakahnomic" - sebuah perilaku serakah yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Puan.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
3
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
6
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
Terkini
Lihat Semua