Nasional Muktamar ke-35 NU

Profil KH Abun Bunyamin, Rais Syuriyah PWNU Jabar Terpilih Anggota AHWA

NU Online  ·  Ahad, 30 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Profil KH Abun Bunyamin, Rais Syuriyah PWNU Jabar Terpilih Anggota AHWA

KH Abun Bunyamin terpilih anggota AHWA. (Dok. NU Online)

Jombang, NU Online

KH Abun Bunyamin terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).

 

Ulama yang akrab disapa Kiai Abun itu merupakan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta.

 

Ia menempuh pendidikan di Pesantren Cipasung dalam asuhan Ajengan KH Ilyas Ruhiat. Ia juga belajar di Pesantren Pesantren Hidayatul Muta’allimin (Majalengka), Al-Falah dan Santiong (Cicalengka), Sukamiskin (Bandung), dan Riyadlul Alfiyyah Sadang (Garut).

 

Saat lahir pada 4 April 1954, ia bernama Muhammad Tamrin. Tapi, saat masuk SD berubah menjadi Ade Bunyamin dengan panggilan Amin. Dari mulai sebagai santri biasa, Amin kemudian menjadi Ketua Asrama Pusaka. Puncaknya menjadi seksi muballlighin yang membawahi seluruh asrama di Cipasung.

 

Rupanya, saat di Cipasung inilah Amin menemukan kedewasaan dan arah hidup yang lebih pasti. Ia masih sempat mengaji sebentar kepada Abah Ruhiat. Amin selalu melaksanakan ijazah doa yang diberikan, yaitu shalat di awal waktu, membaca al-Fatihah untuk Abah, dan membaca Al-Qur'an 50 ayat setiap hari. Menurut Abah Ruhiat, hal itu agar ilmu yang dipelajari manfaat dan penuh berkah.

 

Dilansir NU Online Jabar, Iip D Yahya menulis bahwa Amin telah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah Perguruan Tinggi Ilmu Agama Cipasung. Ajengan Ilyas menganggapnya sudah layak untuk ikut kuliah sekalipun belum mendapatkan ijazah SLTA. Karena itulah ia perlu mengikuti ujian persamaan PGA 6 tahun.

 

Dari sosok Ajengan Ilyas ini, jelas Iip, Kiai Abun muda melihat bagaimana sebuah pesantren dikelola dan dibesarkan. Pesantren Cipasung telah ditempa melalui semua tantangan zaman; penjajahan Belanda, Jepang, revolusi fisik, pemberontakan DI/TII, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Semua era itu membawa konsekuensi berbeda-beda. Tapi semua dinamika zaman itu berhasil dilalui dengan baik dan menorehkan prestasi.

 

Kiai Abun ditetapkan dalam sidang tertutup tujuh orang Ahlul Halli wal Ahdi pada Konferwil NU Jabar 30-3Oktober 2021. Kiai Abun didampingi oleh KH Juhadi Muhammad sebagai Ketua Tanfidziyah.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang