PWNU: Ahlul Halli Wal Aqdi Sesuai Aturan
NU Online Ā· Selasa, 19 Februari 2013 | 01:02 WIB
Surabaya, NU OnlineĀ
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) menegaskan, penggunaan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi pada perhelatan konferensi wilayah NU Jawa Timur mendatang sesuai dengan aturan organisasi.<>
āJustru Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi) adalah diantara mekanisme yang dibenarkan dalam aturan Anggaran Rumah Tangga NU,ā kataWakil Ketua PWNU Jawa Timur H Abdul Wahid Asa kepada NU Online di Surabaya, Ā Senin (18/2).
Wahid Asa mengingatkan sejumlah pihak yang mempertanyakan keabsahan penggunaan Ahwa untuk membuka kembali hasil keputusan Muktamar NU di Makassar. Pada ART NU Pasal 42 disebutkan bahwa pemilihan dan penetapan Pengurus Wilayah NU adalah, rais dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi wilayah.
Demikian pula pada point b dicantumkan, ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi wilayah dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan dari rais terpilih.
Penggunaan kalimat āmelalui musyawarah mufakatā pada aturan tersebut bermakna bahwa calon rais dan ketua dapat dipilih dengan mekanisme perwakilan. āPada ART tersebut malah disebutkan musyawarah mufakat lebih dikedepankan daripada pemungutan suara,ā tandasnya.
Mantan anggota DPRD Jawa Timur ini mengharapkan seluruh pihak untuk memahami amanat Muktamar secara lebih teliti dan benar. Namun demikian Wahid Asa tidak menampik kalau selama ini proses pemilihan rais dan ketua di banyak konferensi didominasi dengan pemungutan suara. āSehingga wajar kalau kemudian ada yang mempersoalkan,ā tandasnya.
Karena itu, momentum Konferensi Wilayah NU Jatim yang diselenggarakan bulan Mei mendatang akan kian memantapkan mekanisme perwakilan tersebut. āKami menamakannya dengan Ahlul Halli Wal Aqdi atau Ahwa,ā lanjutnya.
Bagaimana mekanisme Ahwa sendiri, kini panitia konferensi tengah melakukan pengkajian yang lebih intensif agar dapat berjalan sesuai harapan. āDiantaranya dengan melakukan sosialisasi ke seluruh PCNU se Jawa Timur,ā katanya. āSehingga para peserta akan mendapatkan gambaran yang konprehensif mekanisme dan tata cara pemilihan dengan model Ahwa ini,ā sergahnya.
Konferensi Wilayah NU Jawa Timur dimungkinkan berlangsung cukup menegangkan lantaran pada saat yang tidak lama akan diselenggarakan pemilihan Gubernur Jawa Timur. āIntervensi dari pihak luar inilah yang tidak kita inginkan,ā katanya beralasan. āModel Ahwa kami yakin akan meminimalisir campur tangan pihak luar atas terpilihnya calon rais dan ketua PWNU Jawa Timur,ā pungkasnya.
Redaktur Ā Ā : A. Khoirul Anam
Kontributor: Syaifullah
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua