PWNU Jateng Terima LPJ PBNU dan Sampaikan Sejumlah Rekomendasi
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Katib Syuriyah PWNU Jateng KH Mohamad Muzammil saat menyampaikan pandangan umum pada Sidang Pleno II Muktamar Ke-35 NU, di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). (Foto: istimewa)
Lukman Kun Hakim
Kontributor
Jombang, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU dalam Sidang Pleno I Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Mohammad Muzammil menyampaikan bahwa PWNU Jawa Tengah menerima LPJ tersebut.
“Jateng menerima dengan hormat,” ujar KH Mohammad Muzammil melalui pesan singkat kepada NU Online, Jumat (28/8/2026).
Dalam penerimaan LPJ tersebut, PWNU Jawa Tengah juga memberikan pandangan umum terhadap LPJ PBNU dalam Pleno Kedua bahwa jam’iyyah Nahdlatul Ulama telah memiliki tujuan, aqidah, usaha, strategi, dan prinsip yang telah dirumuskan oleh para ulama pendiri NU.
“Kita hanya bertugas memahami dan menjalankannya sesuai kemampuan di bawah kepemimpinan para ulama sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Dalam poin kedua, PWNU Jawa Tengah juga menilai kualitas pengabdian atau khidmah NU perlu terus ditingkatkan bersama seluruh jajaran struktur dan kultur NU. Peningkatan tersebut terutama diarahkan pada penguatan khidmah kepada seluruh lapisan masyarakat, baik dalam lingkup nasional maupun global, dengan menjunjung prinsip kejujuran, keadilan, dan kemanusiaan.
Poin ketiga, Muktamar ini diselenggarakan berdasarkan ketentuan AD/ART yang ditetapkan dalam muktamar ke-34. Bilamana dilakukan amandemen terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud, maka seyogyanya diberlakukan setelah Muktamar Ke-35 ini sampai selesai.
"Sehingga seluruh perangkat yang diperlukan telah benar-benar siap, mulai dari sosialisasi, koordinasi dan konsolidasi serta langkah- strategis lainnya untuk menjalankan sistem jam'iyyah dan tata kelola yang akan ditetapkan di dalam Muktamar ke-35 ini, seperti perubahan penyesuaian peraturan di bawah AD/ART," pesannya.
Dalam pandangan umumnya di point keempat, PWNU Jawa Tengah turut menyinggung dinamika yang sempat terjadi di internal PBNU selama masa khidmat 2021-2026.
“Kami sempat prihatin dengan dinamika PBNU. Namun alhamdulillah, hal itu telah berlalu karena adanya penyelesaian dan kesepakatan islah atau perbaikan dan perdamaian,” kata KH Muzammil.
Atas dasar penyelesaian tersebut, PWNU Jawa Tengah menyatakan menerima LPJ PBNU masa khidmat 2021-2026.
Poin kelima, PWNU Jawa Tengah juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan warga NU agar senantiasa menjaga sikap saling menghormati dan membangun sinergi berdasarkan prinsip ukhuwah dan mabadi khaira ummah.
Menurut PWNU Jawa Tengah, kritik dan saling mengingatkan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan organisasi. Namun, hal tersebut perlu disampaikan dengan budi pekerti yang luhur.
“Misi kerasulan Nabi Muhammad saw adalah untuk menyempurnakan akhlak dan memberikan kasih sayang kepada seluruh umat. Seluruh kebaikan bisa kita sampaikan sebagai rasa syukur, adapun kelemahan harus diperbaiki ke dalam,” tuturnya.
Dalam rekomendasinya di poin terakhir, PWNU Jawa Tengah juga mendorong penguatan organisasi melalui pembentukan sejumlah badan otonom yang menghimpun kelompok profesi dan komunitas Nahdliyin.
Pertama, pembentukan badan otonom berbasis kesehatan yang menghimpun tenaga kesehatan, seperti dokter, apoteker, dan perawat.
Kedua, Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) didorong untuk diubah menjadi badan otonom Persatuan Petani NU. Gagasan tersebut diarahkan untuk memuliakan petani, tanah, tanaman pertanian, serta pengelolaan hasil panen.
“Karena petani adalah penolong negeri,” kata Kiai Muzammil.
Ketiga, para pengusaha Nahdliyin dinilai perlu diikutsertakan dalam penguatan program peningkatan kualitas kemandirian NU. Untuk itu, PWNU Jawa Tengah merekomendasikan pembentukan badan otonom Ikatan Pengusaha NU.
Ketiga usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian dan pelayanan NU kepada masyarakat melalui pengorganisasian warga berdasarkan bidang profesi dan keahliannya.
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Dijual Setan Muktamar
Terkini
Lihat Semua