Rektor: Uninus Bandung dari Ulama dan Santri untuk Bangsa Indonesia
NU Online · Senin, 24 Oktober 2022 | 13:30 WIB
Bandung, NU Online
Hari Santri mengingatkan bangsa Indonesia atas peran para ulama dan santri dalam perjuangan meraih Kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan bangsa-bangsa asing.
Hal itu dikatakan Rektor Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung H Sayid Muhammad Rifqi Noval terkait peringatan Hari Santri 2022.
"Ribuan ulama dan santri rela berkorban tenaga, harta, dan pikiran, bahkan gugur sebagai syuhada dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan," katanya di Ruang Rektorat Uninus, Jalan Soekarno Hatta No 530, Kota Bandung, Jumat (21/10/2022).
Pakar di bidang ilmu hukum ini meneruskan setelah kemerdekaan diraih bangsa Indonesia, para ulama dan santri tidak berpangku tangan, melainkan turut serta dengan elemen lain dalam mengisi kemerdekaan.
"Para ulama dan santri adab yang terjun memperkuat pemerintahan, politik, militer, ekonomi, sosial kemasyarakatan, hingga pendidikan," katanya.
Dalam dunia pendidikan, kata dia, salah satu bukti nyata peran ulama dan santri adalah dengan mendirikan perguruan-perguruan tinggi, di antaranya adalah Universitas Islam Nusantara atau Uninus Bandung ini.
"Jadi, Uninus ini adalah dari santri untuk bangsa Indonesia karena faktanya para kiai dan santri yang mendirikannya, sementara mahasiswanya berasal dari Indonesia paling barat sampai Indonesia paling timur," jelasnya.
Uninus Bandung, kata dia, akan terus berupaya melanjutkan perjuangan para ulama dan santri yaitu menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi sebagai jatidiri mahasiswanya di samping nilai-nilai nasionalisme.
Selain itu, Uninus juga membekali para mahasiswanya dengan beragam skill untuk mempersiapkan mereka setelah lulus dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
"Selamat Hari Santri Nasional 2022. Semoga para ulama dan santri semakin berperan dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan dalam kancah internasional," pungkasnya.
Tema Hari Santri 2022 adalah Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan. Tema ini mencerminkan peran santri dalam sejarah bangsa karena selalu ada di setiap fase perjalanan bangsa Indonesia.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua