Jakarta NU Online
âSiapa yang mewajibkan kita berpuasa?â tanya Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid kepada seratusan peserta âSahur Bersama Sinta Abdurahman Wahidâ bertema âPuasa sebagai Perisai Kemiskinanâ. Sahur tersebut berlangsung di halaman kampus Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Jakarta, Sabtu, (4/7).
<>
âAllah,â jawab sejumlah peserta yang rata-rata para mustadhâafin itu.
âBuat apa kita berpuasa?â tanya istri al-maghfurlah Ketua Umum PBNU 1984-2000 dan Ibu Negara 1999-2001 ini.
âSupaya bertakwa,â jawab peserta lagi.Â
Kemudian Sinta mengutip ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa".Â
âNah, kemudian ada orang-orang yang menyelenggarakan buka puasa bersama. Apa tujuannya buka bersama?â
Tidak ada yang menjawab.
âUntuk membatalkan puasa,â jawabnya.Â
 Dari mulai masjid kecil, sambung Sinta, rumah gedongan, hingga hotel pun melaksanakannya. Penyelanggaranya pun berbagai macam orang.
âNah, tujuan si penyelenggara itu apa?âÂ
âIngin mendapatkan pahala,â peserta menjawab.
âIya. Betul. Karana dalam agama kita dijelaskan bahwa jika memberi makan kepada yang berpuasa, akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Tapi kalau politisi yang menyelenggarakan, tujuannya apa?â
Karena tidak ada yang mejawab, dia menjawab sendiri.Â
âIngin mendpat suara yang berlipat ganda,â ucapnya disambut senyum para peserta.
Menurut Sinta, yang menyelenggarakan buka puasa bersama sudah terlalu banyak. Oleh karena itu, kita menyelenggarakan sahur bersama.
âApa tujuan kita sahur bersama di sini?âÂ
Tak ada yang menjawab.Â
âKarena akan berpuasa. Jadi kita ini mengajak puasa. Jadi, kalau buka bersama itu membatalkan, saya mengajak menahan diri  atau  berpuas. Selain itu, tujuan sahur bersama ini adalah bersilaturahim,â Sinta menjawab sendiri pertanyaannya.
Dialog-dialog itu berlangsung akrab, laiknya seorang ibu bercakap bersama putera-puteri kesayangannya.
Menurut Sinta, sahur di halaman seperti ini sudah terbilang bagus. Biasanya ia sahur bersama di terminal, di pangkalan ojeg atau becak, stasiun dan pasar-pasar tradisional.Â
Ketika waktu menunjukkan pukul 04.00 Sinta bersantap sahur bersama para peserta, civitas akademika UIC. Selepas itu, kemudian digelar tanya jawab.Â
Hampir setiap penanya dimulai dengan ungkapan, âKami sangat senang ikut sahur bersama Ibunda.â
Salah seorang peserta yang mengaku  seorang guru TPA Al-Hikmah, yang berlokasi dekat UIC, memohon kepada Sinta supaya sekali waktu anak-anak didiknya diperkenankan berkunjung ke Ciganjur. Peserta lain dari sebuah majelis taâlim, meminta Sinta berkenan hadir.
Sinta menjawab satu per satu pertanyaan.Â
âSiapa pun orangnya, apa pun latar belakangnya, Ciganjur selalu terbuka,â jawabnya. âUntuk datang ke majelis, insya Allah dijadwalkan,â ujarnya.
Sahur bersama Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid ini digelar atas kerjasama Puan Amal Hayati dan UIC, serta beberapa ormas.Â
Menurut salah seorang panitia, Andre Husein, sahur keliling ini merupakan kegiatan rutin  Sinta tiap Ramadhan 12 tahun terakhir ini. Dan kini yang ke-13.Â
âIbu, sahur keliling itu, sejak mulai jadi Ibu Negara. Beliau menyelenggarakannya sejak punya uang, hingga tidak punya uang. Sejak banyak sponsor hingga tidak ada,â jelasnya.Â
Tahun ini, tambah Andre, Ibu Sinta akan mengadakan sahur di 24 kota. Dua kota di dua provinsi pulau Sumatera, sisanya di pulau Jawa dan Bali. Â
âKemarin ibu ngadain acara seperti ini di Bangka Belitung. Nama daerahnya di Sungai Liat. Itu daerah pedalaman. Hampir satu desa ingin salaman sama ibu.Â
Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Abdullah AlawiÂ
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua