Saksikan Bincang Muktamar Ke-35 NU dalam Program Menjadi Indonesia Bersama Fachry Ali Malam Ini
NU Online · Jumat, 17 Juli 2026 | 15:00 WIB
Ahmad Naufa
Penulis
Jakarta, NU Online
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, diprediksi menjadi salah satu muktamar yang menyita perhatian publik. Dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaannya menjadi salah satu tema yang akan dibahas dalam program Menjadi Indonesia episode ke-46.
Dalam episode kali ini, NU Online menghadirkan pengamat sosial-politik Fachry Ali. Ia telah mengikuti lima Muktamar NU, yakni Muktamar 1989 di Krapyak, 1994 di Cipasung, 1999 di Lirboyo, 2004 di Solo, dan 2010 di Makassar.
Dalam perbincangan tersebut, Fachry mengingatkan agar dinamika dan faksionalisme di tubuh PBNU tidak berkembang menjadi perpecahan yang berkepanjangan. Ia mencontohkan pengalaman politik Indonesia pasca-Pemilu 1955 yang, menurut pandangannya, gagal menyelesaikan berbagai persoalan hingga memicu gerakan separatis di sejumlah daerah.
"Harus mampu menciptakan muktamar yang melahirkan sebuah situasi di mana faksionalisme di dalam NU itu bisa hilang," tegasnya.
Menurut Fachry, apabila muktamar gagal meredam kepentingan berbagai kelompok, NU berpotensi menghadapi tantangan dalam menjaga soliditas organisasi. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat legitimasi kelembagaan agar organisasi tetap berjalan dalam satu kepemimpinan yang utuh.
Dipandu Pemimpin Redaksi NU Online, Ivan Aulia Ahsan, Fachry juga merefleksikan perjalanan intelektualnya dalam memahami proses "menjadi Indonesia". Sebagai putra Aceh yang mendalami kebudayaan Jawa, ia memandang Indonesia sebagai bangsa yang dibangun melalui kontribusi berbagai daerah, bukan hanya oleh satu kelompok atau etnis.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Fachry mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengklaim paling berhak atas fondasi kebangsaan Indonesia.
"Klaim bahwa dialah yang memiliki Indonesia itu tidak bisa lagi dilakukan oleh salah satu etnik, apalagi oleh salah satu partai. Kadang-kadang partai ini menguasai Pancasila. Merasa Pancasila menjadi miliknya," pungkas Fachry.
Saksikan program Menjadi Indonesia episode ke-46 di kanal YouTube NU Online, Jumat (17/7/2026) pukul 20.00 WIB.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Safar Bukan Bulan Sial
2
Khutbah Jumat: Tetap Mencari Rezeki Halal di Tengah Tantangan Ekonomi
3
Khutbah Jumat: Belajar dari Kisah Nabi Ya’qub dalam Menjauhi Sifat Putus Asa
4
PBNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Muktamar Ke-35 NU, Unduh di Sini
5
Khutbah Jumat: Berpegang Teguh pada Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Akidah Mayoritas Umat
6
Izin Operasional Pesantren Kasus Pembakaran Santri di Lombok Tunggu Putusan Pengadilan
Terkini
Lihat Semua