Nasional

Kementerian PPPA Buka Suara Soal Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah

NU Online  ·  Ahad, 9 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kementerian PPPA Buka Suara Soal Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah

Menteri PPPA Arifah Fauzi. (Foto: Kementerian PPPA)

Jakarta, NU Online

 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi prihatin atas temuan ratusan senjata, narkotika, dan 25 keping CD/VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah di wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

 

"Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka,” ujar Menteri PPPA dalam keteranganya diterima, Ahad (9/8/2026).

 

Menteri PPPA meminta semua pihak menjaga privasi anak-anak dan tidak memberikan stigma akibat kasus maupun pemberitaan yang berkembang.

 

"Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman," tutur Arifa.

 

Arifa mendorong pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah serta memperkuat pengawasan guna memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung tumbuh kembang anak. 

 

Ia meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan dan tidak mendahului hasil pemeriksaan kepolisian.

 

"Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas," ungkapnya.

 

Menteri PPPA mengapresiasi pihak yayasan yang telah melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. "Kami berharap proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel hingga tuntas,”kata Arifa.

 

Menteri PPPA menambahkan, pada kasus ini, Kemen PPPA akan berkoordinasi aktif dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau penanganan kasus serta memastikan aspek perlindungan anak tetap diperhatikan. 

 

Menteri PPPA menyatakan sekolah dapat menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak dan menyediakan pendampingan psikososial bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun orang tua yang membutuhkan.

 

Pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua merupakan pilar penting dalam mewujudkan satuan pendidikan yang ramah anak. 

 

"Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung pemenuhan hak anak," tegasnya.

 

Sebelumnya, polisi menemukan 996 barang berbentuk senjata di gudang yayasan tersebut. Hasil pemeriksaan ahli dari Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan memastikan 995 di antaranya merupakan senjata angin.

 

“Perlu kita luruskan bersama, penemuan barang yang diduga berupa senjata. Ada 996 yang ditemukan. 995 merupakan senjata angin,” ujar Budi.

 

Kepemilikan 995 senjata angin yang ditemukan di gudang sebuah yayasan di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terus didalami kepolisian. Polda Metro Jaya sedang menelusuri asal-usul hingga izin impor ratusan senjata tersebut.

 

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan telah menerima laporan masyarakat terkait temuan tersebut pada 15 Juli 2026. Sebagai langkah awal, penyidik membuat Laporan Polisi Model A, yang menjadi dasar hukum untuk memulai penyelidikan.

 

"Bahwa benar Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima Laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan disalah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Joko Adiwibowo, Kamis (6/8/2026).

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang