Savic Ali: Banser Harus Punya Ketahanan Mental di Atas Rata-rata
NU Online · Rabu, 8 Agustus 2018 | 07:45 WIB
Direktur NU Online Savic Ali mengajak Banser untuk tidak mudah tersulut dan terprovokasi atas pelbagai ujaran kebencian dan cacian di media sosial yang ditujukan kepada NU dan banomnya. Ia mengingatkan Banser untuk tidak menyerang balik ujaran kebencian tersebut.
Demikian disampaikan Savic Ali di hadapan 47 peserta Diklatsar Terpadu Dasar Banser Angkatan Pertama PAC GP Ansor Kebayoran Lama di Yayasan Darul Maarif Al-Khalidiyyah, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat-Ahad, (3-5/8).
Menurutnya, Banser dan NU adalah organisasi besar. Kalau Banser yang jumlahnya besar itu marah, maka dapat menyebabkan mudarat yang luar biasa. Pasalnya, ketika yang jumlahnya besar itu sudah bergerak, maka situasi menjadi sulit.
“Banser harus punya ketahanan di atas rata-rata. Di media sosial sangat diperlukan kekuatan mental. Perlu melatih detak jantung,” kata Savic.
Ia menambahkan bahwa kunci pertarungan gagasan di media sosial adalah ketahanan mental. Dalam menghadapi pertarungan gagasan di media sosial, kita tidak boleh terprovokasi dan terpancing secara emosional.
“Mereka itu kelompok kelas menengah kuliah secara ekonomi dan haus spiritual. Jumlah mereka juga sedikit.Tetapi baru dalam beragama mereka merasakan terpenuhi kebutuhannya setelah dewasa,” kata Savic.
Menurutnya, peran GP Ansor dan Banser ini adalah sosial pressure. Keberadaannya sangat penting untuk mengawal Pancasila dan keberagaman NKRI.
“GP Ansor dan Banser itu bukan kendaraan kecil yang mudah dihentikan dengan sekali injak pedal rem. GP Ansor dan Banser itu ibarat kereta dengan rangkaian gerbong yang besar. Kereta biasa saja perlu jarak tertentu untuk bisa berhenti di satu titik,” kata Savic.
Ia menyarankan Banser menunjukkan akhlak kepada mereka yang kerap melemparkan ujaran kebencian terhadap NU. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Ikhlas dan Meluruskan Niat dalam Beramal
3
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
4
Dilantik Jadi Wantimpres, Kiai Said Siap Berikan Pertimbangan Konstruktif untuk Presiden
5
Khutbah Jumat: Memperkuat Akidah di Tengah Munculnya Keraguan tentang Tuhan
6
Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam
Terkini
Lihat Semua