Seri 1 Halaqah Harlah NU Bahas Perubahan Iklim dan Dekarbonisasi
NU Online · Jumat, 4 Maret 2022 | 13:15 WIB
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Palembang, NU Online
Halaqah Lingkungan Hidup, Temu UMKM dan Petani Sawit NU yang merupakan bagian dari rangkaian acara Harlah ke-99 NU terbagi ke dalam dua kelas, yakni kelas A dan B.
Dalam seri 1 halaqah kelas A dibahas isu terkait dengan pengendalian perubahan iklim dan dekarbonisasi. Seri halaqah ini berlokasi di Tenda Venue Jakabaring Sport City (JSC) dan diikuti sekitar 210 peserta, Jumat (4/3/2022).
Terdapat empat sub tema yang dibahas dalam seri 1 halaqah kelas A ini. Berikut empat bahasan dalam seri 1 halaqah kelas A:
1. Kerangka kebijakan dan peluang kolaborasi dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,
2. Percepatan bauran energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis pesantren,
3. Penguatan peran tokoh agama dan komunitas umat agama dalam upaya pengendalian perubahan iklim,
4. Cerita sukes kerja sama masyarakat dan pemerintah dalam inisiatif respon pengendalian perubahan iklim.
Bahasan pertama terkait kerangka kebijakan dan peluang kolaborasi dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dibawakan oleh Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, dan Verifikasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Syaiful Anwar.
Dalam penjelasannya, Syaiful menilai ruang lingkup kolaborasi terkait dengan pengembangan perubahan iklim dan ketahanan bencana sangat penting. Utamanya, mengenai kebakaran hutan. Ia mengatakan, kebakaran hutan adalah penyumbang emisi karbon terbesar di sektor lahan.
"Dari hasil kajian kami, nanti di 2060 diperkirakan baru bisa mencapai net zero emission. Sementara tuntutan global itu di 2050. Tentunya ini tanggung jawab bersama," katanya saat mengisi halaqah kelas A seri 1.
Selanjutnya, percepatan bauran energi baru terbarukan (EBT) melalui perkembangan PLTS berbasis pesantren dibawakan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan & Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.
Dadan menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya dan mendorong percepatan capaian target energi terbarukan.
"Kami berupaya dan mendorong supaya EBT semakin banyak. Kita ingin mencapai net zero emission, karena emisi yg kita keluarkan itu sama dengan emisi yang diserap," paparnya.
Kemudian, penyampaian success story kerja sama masyarakat dan pemerintah dalam inisiatif respon pengendalian perubahan iklim yang disampaikan oleh Pendiri Pesantren Ekologi Ath-Thariq Garut Nisa Wargadipura.
Berikutnya, pembahasan mengenai penguatan peran tokoh agama dan komunitas umat agama dalam upaya pengendalian perubahan iklim yang sekaligus menutup rangkaian halaqah seri 1.
Pembahasan ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Solo KH Mohammad Dian Nafi.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua