Jakarta, NU Online
Kementerian Agama terus melakukan persiapan penyelenggaraan haji tahun 1433 H/ 2012, antara lain menyiapkan pemondokan jamaah haji reguler di kota Makkah. Dari kebutuhan untuk sekitar 200 ribu orang, telah tercapai 68,22 persen.<>
āPanitia haji di Arab Saudi sampai saat ini telah memperoleh pemondokan sebanyak 226 rumah atau sebanyak 68,22 persen,ā kata Menteri Agama Suryadharma Ali kepada pers di bandara internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Jumat (11/4) malam, usai tiba dari kunjungan kerja ke Arab Saudi.
Menag mengatakan, meskipun saat ini dilakukan Ā pembongkaran gedung-gedung di sekitar Masjidil Haram sehingga pencarian rumah bagi jamaah lebih sulit dibanding tahun lalu, panitia haji Ā tetap menargetkan jarak terjauh pemondokan di Makkah 2.500 meter dari masjid ini. ādemand tinggi, supply terbatas, harga (rumah) melonjak tajam,ā ungkapnya.
Ditanya tentang target 100 persen, Menag berharap pada akhir bulan Mei kebutuhan pemondokan jamaah telah terpenuhi. "Akhir Mei, karena kita tidak mau spekulasi. Tidak sedikit negara lain berani bayar mahal," ucap Suryadharma Ali.
Dalam pada itu, Menteri Agama Suryadharma Ali juga mengungkapkan hasil pertemuan dengan Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Dr.Bandar bin Mohamed Hajjar, antara lain mengenai permintaan tambahan kuota, mengingat daftar tunggu jamaah Indonesia mencapai 1,7 juta orang dengan masa tunggu selama 12 tahun.
āSaya sudah bertemu Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Dr.Bandar bin Mohamed Hajjar, di Kantor Kementerian Haji Arab Saudi, banyak yang sudah kami sampaikan. Bahwa Arab Saudia sebagai negeri kedua, Makkah dan Madinah selalu Ā dirindukan umat Muslim Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi sudah makin naik Ā sehingga yang mendaftar haji makin banyak, calon jamaah 1,7 juta orang dengan masa tunggu 12 tahun. Kami tidak bosan meminta kepada Arab Saudi untuk bisa menambah kuota,ā tutur Menag.
Namun demikian lanjutnya, permintaan kuota Indonesia sebanyak 30 ribu orang belum mendapat jawaban dari Arab Saudi. āBukan pemerintah Arab Saudi Ā tidak ingin memberi tambahan kuota, tetapi keaadan yang memaksa, area Arafah dan Mina Ā terbatas, disamping itu tidak sedikit permintaan daari pemerintah yang lain,ā kata Menteri Agama.
āMemang dari tahun ke tahun tambahan kuota selalu diberi, jumlahnya 10 ribu orang, tapi kami minta lebih dari itu sehingga bisa menekan jumlah antrian jamaah,ā imbuh Menag .
Menteri Agama Suryadharma meminta agar Bahasa Indonesia dipergunakan dalam papan pengumuman atau rambu-rambu petunjuk bagi jamaah haji yang tersebar di tanah suci seperti di kawasan Arafah, Mina dan Muzdalifah. āHal itu mengingat jamaah haji Indonesia sebagai jamaah terbesar di dunia,ā ucap Menag dalam jumpa pers yang didampingi Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi, Sekretaris Ditjen Ā Penyelenggara Haji dan Umrah Cepi Supriatna, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis, dan sejumlah pejabat lainnya.
Ā
Ā
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua