Sri Paku Alam Buka Sarasehan Kiai Pesantren-Cendekiawan
NU Online Ā· Selasa, 6 Mei 2014 | 13:00 WIB
Yogyakarta, NU Online
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Paduka Paku Alam ke-9 membuka Serasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan tentang Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan di Asrama Haji Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Pogung Sinduadi, Yogyakarta, Selasa siang (6/5).
<>
āSaya mengharapkan ridha Allah Swt, dengan mengucapkan bismillahirrahmannirrahim, acara sarasehan nasional ulama pesantren dan cendekiawan tentang keagamaan, keummatan dan kebangsaan resmi dibuka,ā katanya, saat membuka.
Pada pembukaan tersebut, Sri Paduka Paku Alam yang mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X juga mengungkapkan bahwa pandangan para ulama sangatlah penting artinya.
āPandangan para ulama dan cendekiawan yang mencerahkan akan menjadiĀ pegangan umat dalam menentukan pilihan dalam berbagai hal dalam hidup ini,ā ujarnya.
Sri Paduka Paku Alam juga mengapresiasi kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan selama dua hari tersebut.
āSaya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya cara ini, dengan harapan nantinya para ulama dan cendekiawan mampu menghasilkan pemikiran mendalam tentang keagamaan, keumatan dan kebangsaan untuk bangsa Indonesia yang lebih baik. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk langkah kita semua. Amiin,ā tandasnya.
Hadir pada acara tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Rais Suriah PWNU DIY KH Asyari Abta, Ketua PWNU DIY Prof. Dr. Rochmat Wahab. Hadir juga para kiai serta para cendekiawan yang ada di DIY dan sekitarnya. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua