Jakarta, NU Online
Selepas membaca Barzanji dan istigotsah, Departemen Ketabiban Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa membuka praktek mengobati ragam penyakit dan konsultasi kesehatan di Telaga Dua, Kelurahan Sunterjaya, Jakarta Utara Selasa malam (2/12).
<>
Pagar Nusa menerjunkan 4 orang tabibnya. Haji Suroso menangani warga yang bermasalah dengan mata. Ia menetesi dengan obat berbentuk cairan yang disebutnya gurah mata.
Di bagian lain, di salah satu rumah warga, ada Haji Prayitno yang melakukan bekam di punggung. Berbeda dengan biasanya pada pengobatan model itu, dia menggunakan tanduk kambing.
"Mas Prayitno ini orang Wahabi, Mas. Dia pengikut aliran Wahabiyah," terang Ali Rahman, pengurus Pagar Nusa. "Maksudnya, dia pernah nyantri di Tambakberas, pesantren Kiai Wahab Hasbullah," lanjutnya sambil terkekeh.
Sementara Gus Heru menangani beragam keluhan. Seorang ibu misalnya, mengeluhkan mulutnya yang tidak bisa bicara dengan jelas. Disusul orang tua yang mengaku tak bisa melipat kakinya dalam waktu lama. Ada juga yang mengaku kurang pendengaran. Serta berpenyakit amandel.
Ia biasanya memulai dengan mendeteksi pasien melalui denyut nadi, kemudian mengurutnya. Tak hanya itu, ia memberikan resep herbal untuk konsumsi di rumah.
Di bagian lain H Shomad SM sedang menangani anak 2 tahun. Revana namanya. Shomad meraba anak itu mulai tangan, kaki, dan kepala. Sementara ibunya menangis, sambil sesekali mengusap air mata dengan kain. Ayahnya yang memangku Revana, berkaca-kaca di balik mata.
“Revana tak bisa bicara cuma nangis saja,”kata ibunya.
Menurut dia, anak keduanya itu jangankan berjalan, duduk saja sampai kini belum bisa.
Padahal ia pernah dirawat di rumah sakit selama 20 hari, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. “Kalau menurut dokter kepalanya kecil. Nggak ada penjelasan lain,” katanya sambil kembali sesenggukan.
Ketua Perguruan Silat Sapu Jagat Pagar Nusa, Condet, Jakarta Timur, Ki Cokro Santri meminta hadirin membacakan shalawat Nabi untuk kesembuhan Revana.
Pengobatan gratis ala Pagar Nusa tersebut tidak sampai di situ. Para tabibnya bersedia dihubungi untuk membantu menyelesaikan keluhan.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua RT setempat, anak-anak muda Majelis Diniyah Al-Fatah, serta belasan pengurus Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua