Tekan Kasus Covid-19, Kemenkes Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas saat Libur Nataru
NU Online · Rabu, 17 November 2021 | 10:30 WIB
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicaranya, dr Siti Nadia Tarmidzi mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas jelang dan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), demi mencegah terjadinya lonjakan kasus gelombang ketiga Covid-19.
“Upaya ini efektif jika masyarakat patuh, taat, dan disiplin terapkan protokol kesehatan termasuk mengurangi mobilitas dan berpartisipasi dalam vaksiasi Covid-19,” terang dr Nadia pada webinar bertajuk Libur Nataru dan Varian Baru: Strategi Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Selasa (16/11/2021).
Ia menjelaskan, laju kasus yang melandai saat ini harus dipertahankan. Pihaknya akan terus memastikan mobilitas masyarakat tidak melonjak tajam sehingga laju penularan pun tidak meningkat. Selain itu, tes dan tracing juga akan diperkuat. Program vaksinasi akan terus digenjot untuk meningkatkan cakupan.
“Kita harus memastikan libur Nataru tidak terjadi lonjakan kasus,” katanya.
Senada, Pengamat Kesehatan Masyarakat Prof Tjandra Yoga Aditama juga menekankan pentingnya bagi masyarakat Indonesia tidak berlarut dalam euforia di tengah penurunan kasus dan tetap waspada terhadap Covid-19. Demi mencegah terjadinya gelombang baru, Prof Tjandra mengimbau masyarakat untuk belajar dari lonjakan kasus positif di beberapa negara saat ini.
“Ada beberapa penyebab kenaikan kasus di beberapa negara antara lain karena sekelompok masyarakat yang belum divaksinasi, efikasi vaksin menurun, dan pelonggaran mobilitas yang berkorelasi dengan naik turunnya kasus,” ujar Prof Tjandra yang juga Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara tersebut.
“Kita bersyukur kasus positif kita menurun sangat tajam dan bertahan lama. Tetapi kita juga harus tetap belajar dari negara-negara lain. Kita mesti waspada dari sekarang,” imbuhnya.
Dalam upaya penanggulangan pandemi di Indonesia, dr Nadia menyebut terdapat lima pilar utama. Pertama, deteksi. Hal ini dilakukan melalui penguatan testing, tracing, karantina/isolasi. Kedua, manajemen klinis yakni dengan melakukan tata laksana kasus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan termasuk potensi obat baru dan persiapan kapasitas rumah sakit.
Ketiga, perubahan perilaku dengan melalui penguatan protokol kesehatan berbasis teknologi informasi seperti aplikasi PeduliLindungi. Keempat, peningkatan cakupan vaksinasi. Terakhir, penguatan sistem kesehatan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatana esensial dan memenuhi standar protokol kesehatan.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Syamsul Arifin
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua