Terkait ISIS, Gus Ipul: Laporkan Pendatang Baru yang Mencurigakan
NU Online · Kamis, 28 Agustus 2014 | 04:01 WIB
Jember, NU Online
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, pihaknya menentang keras kehadiran kelompok garis keras ISIS di Indonesia. Gubernur Jatim telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 51/2014 yang intinya melarang ISIS masuk dan berkembang di Jawa Timur.<>
"Pergub itu bisa dijadikan dasar bagi aparat penegak hukum untuk melarang dan menolak ISIS, termasuk faham radikal yang dikembangkan oleh pengikut ISIS," jelas Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf di sela acara seminar internasional tentang gerakan radikalisme di aula STAIN Jember kemarin (25/8).
Secara pribadi, ia mengaku gerah dengan sepak terjang ISIS. Menurutnya, tindakan ISIS yang kerap memaksakan kehendaknya, bahkan tak segan-segan berlaku brutal dalam mencapai tujuannya, sungguh tidak bisa dipahami. ISIS yang mengklaim sebagai organisasi pemerintahan Islam itu, justru sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.
"Ajaran Islam itu lembut, penuh kasih sayang. Bukan main kekerasan. ISIS itu mengkoyak-koyak kedamaian," tukasnya.
Gus Ipul meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam mengantisipasi masuknya ISIS, dengan cara mewaspadai dan melaporkan pendatang baru jika terdapat tanda-tanda yang mencurigakan. "Kalau ada pendatang misterius, dan gerak-geriknya mencurigakan, cepat laporkan ke aparat terdekat," urainya.
Sementara itu, Ketua STAIN Jember, Babun Suharto mengungkapkan, seminar internasional tersebut merupakan wujud upaya membendung paham Islam radikal seperti ISIS dan sejensinya. "Memang mereka ingin mendirikan negara Islam. Itu bertentangan dengan Pancasila," ujarnya. (Aryudi A. Razaq/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua