Tiga Makam Keturunan Pengarang Simtuddurar
NU Online · Ahad, 16 Maret 2014 | 05:00 WIB
Mengikuti acara haul muallif (pengarang) kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi di Gurawan Pasar Kliwon Solo, tentu terasa kurang lengkap apabila belum berkunjung ke sebuah ruangan kecil yang terletak di sebelah selatan Masjid Riyadh.
<>
Di dalam ruangan tersebut, terdapat tiga makam para keturunan Habib Ali, yakni makam Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, dan diapit dua makam lainnya; Habib Anis bin Alwi al-Habsyi dan Habib Ahmad bin Alwi Al-Habsyi.
Nama pertama yang disebut merupakan putera kandung Habib Ali. Habib Alwi hijrah ke Indonesia untuk berdakwah, dan pada akhirnya pada tahun 1355 H ia mendirikan sebuah masjid di Solo. Masjid tersebut diberi nama sama dengan masjid yang didirikan oleh ayahnya di Hadhramaut, yakni Masjid Riyadh.
Sedangkan dua nama berikutnya, merupakan putera Habib Alwi atau cucu dari Habib Ali Al-Habsyi. Habib Ahmad lahir ketika ayahnya masih di Hadramaut, lain halnya dengan adiknya, Habib Anis yang lahir di Indonesia. Keduanya meneruskan perjuangan para leluhurnya, sebagai pendakwah.
Selain pada acara haul, ketiga makam tersebut setiap harinya hampir tidak pernah sepi dari peziarah. Bahkan, terkadang datang rombongan bus dari luar daerah. Hal yang tidak jauh berbeda dengan makam para Walisongo.
Menurut keterangan dari salah satu orang yang pernah nyantri kepada Habib Anis, KH Ahmad Baidlowi, peziarah paling banyak yang datang pada malam Jum’at. “Khususnya pada malam Jum’at Legi, saat diadakan rutinan pembacaan kitab maulid Simtuddurar,” terang Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo itu, belum lama ini.
Pada kesempatan itu, setidaknya ada ratusan pengunjung yang ikut hadir untuk ngalap berkah dari berziarah dan pembacaan sholawat nabi. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua