Nasional

Unusia Seleksi Calon Mahasiswa Magister Islam Nusantara

NU Online  ·  Sabtu, 21 Juli 2018 | 08:15 WIB

Jakarta, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar seleksi beasiswa studi magister Islam Nusantara. Sebanyak 77 calon mahasiswa yang telah lulus seleksi administrasi mengikuti tes tulis dan tes lisan.

Rektor Unusia H Ma'shum Mahfudz menyatakan bahwa progran studi tersebut merupakan satu-satunya di dunia. Ia mengatakan bahwa program studi itu dibuka guna menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Pasalnya, akhir-akhir ini banyak yang mengaku Aswaja tapi bukan bagian dari NU.

"Laysa minna," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan seleksi beasiswa dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu di Gedung Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Dekan Fakultas Islam Nusantara Mastuki HS menyatakan bahwa banyak ilmu yang berkaitan dengan Islam Nusantara. Oleh karenanya, ia menegaskan perlu digali.

"Ilmu berkaitan Islam Nusantara sangat banyak," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Unusia setiap tahun membuka tiga kelas program studi Islam Nusantara untuk magister. Mulai tahun ini juga, katanya, membuka program studi doktoralnya.

Adapun Zastrouw Al-Ngatawi menyatakan bahwa Islam Nusantara merupakan ilmu yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mempelajarinya. Sekalipun orang itu mengaku ateis, katanya.

Ia bercerita tentang kunjungannya keliling Eropa. Penampilannya yang unik bersama grup musiknya, Ki Ageng Ganjur, menarik publik dunia untuk mengenal lebih jauh. Pasalnya, mereka tidak pernah melihat Islam dengan penampilan demikian.

"Islam Nusantara menarik bagi publik dunia," katanya.

Oleh karena itu, kesiapan peserta mengikuti seleksi program studi Islam Nusantara ia anggap sebagai kesiapan guna menjadi prajurit intelektual.

"Siap menjadi prajurit intelektual untuk melawan hegemoni yang menidurkan," kata budayawan itu.

Ia juga menyatakan bahwa orang asing pun banyak yang mengkaji kita.

Selain mengikuti tes tulis, mereka juga akan diuji lisan oleh beberapa penguji, di antaranya Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mujib Qulyubi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadhrawi, dan Direktur Islam Nusantara Center Ahmad Ginanjar Sya'ban. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang