Warga Pamekasan Tradisikan Patungan Beli Daging untuk Lebaran
NU Online · Sabtu, 18 Agustus 2012 | 06:46 WIB
Pamekasan, NU Online
Sebagian warga Pamekasan, Madura, mentradisikan patungan membeli daging sapi untuk kebutuhan menjamu saudara atau tamu di saat Lebaran.<>
"Hasilnya ternyata memang lebih murah," ucap salah seorang anggota kelompok pengajian malam Jumatan di Dusun Daporan, Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Misnadi, di Pamekasan, Sabtu.
Sebanyak 50 orang peserta pengajian dan tahlil malam Jumatan di desa ini melakukan patungan dengan menyumbang uang sebesar Rp100.000 untuk masing-masing anggota, guna membeli seekor sapi, lallu disembelih dan dagingnya dibagi kepada semua anggota penyumbang.
Dengan jumlah uang sebesar Rp100.000, Misnadi bisa mendapatkan jatah 2 kilogram daging, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga jual daging sapi di pasaran yang kini mencapai Rp60.000 per kilogram.
Tidak hanya itu, para peserta patungan tidak hanya mendapatkan daging saja, tetapi juga memperoleh jatah tulang. Padahal jika di pasaran, tulang sapi dijual khusus, sebagaimana daging sapi itu sendiri.
Cara itu, menurut Misnadi, tidak hanya dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, tetapi sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Bahkan, kata dia, uang yang dibelikan daging itu sendiri, merupakan simpanan warga yang biasa ditarik setiap satu minggu sekali, yakni setiap malam Jumat.
"Setiap menggelar pengajian pada setiap malam Jumat itu, kami kan menyimpan. Ya karena kami orang desa, simpanan itu tentu seadanya, ada yang Rp1.000, Rp2.000 tapi ada juga yang Rp5.000," tutur Misnadi.
Saat memasuki bulan Ramadhan, perolehan simpanan yang ditabung ke bendara pengajian tersebut selanjutnya dihitung. Bagi peserta pengajian yang memili simpanan lebih, akan ditarik untuk kebutuhan bahan pokok lainnya.
Bagi peserta yang sumbangannya kurang, akan ditambah sesuai dengan jumlah kekurangannya hingga mencapai Rp100.000.
Uang yang terkumpul dari masing-masing anggota pengajian malam Jumatan itu, selanjutnya akan dibelikan sapi, untuk disembelih guna memenuhi kebutuhan daging saat Lebaran.
Cara seperti itu, menurutnya memang sangat efektif. Selain harga daging jauh lebih murah dari harga daging di pasaran, juga daging yang mereka konsumsi terjamin sehat, karena sapi yang mereka sembelih adalah sapi sehat.
"Kalau daging di pasaran kan kita tidak tahu, sehat atau tidaknya. Sekarang ini kasus daging gelonggongan kan sangat marak," kata Misnadi.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua