Wujudkan Ekosistem Digital Industri Kreatif, Sandiaga Dorong Santri jadi 'New Content Creator'
NU Online · Kamis, 30 Juni 2022 | 09:00 WIB
Blitar, NU Online
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan santri harus masuk ke dalam ekosistem digital dan mengedepankan produk-produk kreatif, dan kekinian, dengan konten yang dihadirkan dalam bentuk digital.
Selain itu, kata Sandiaga, seorang santri harus menjadi generasi yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadapi perekonomian pascapandemi Covid-19. Terlebih dalam menghadapi era industri 5.0 yang serba digital, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang profesional, kompetitif dan kompeten.
"Kami berharap para santri akan menjadi new content creator yang dapat menghasilkan karya dan produk kreatif digital yang berkualitas dan kompetitif agar mampu turut serta berperan aktif dalam ekosistem digital," ujar Sandi dalam agenda Kuliah Umum bertajuk Peningkatan Kemampuan Entrepreneur Santri di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Pondok Pesantren Terpadu Al Kamal Kunir Blitar, Rabu (29/6/2022).
Menurut data Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, jumlah santri mencapai ratusan ribu dengan total pesantren mencapai lebih dari 36 ribu tersebar di seluruh Indonesia. Potensi keberadaan para santri ini diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian khususnya sektor teknologi dan digital.
Sandi melanjutkan, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar luar biasa, sekarang bagaimana kita bisa perluas untuk menciptakan lapangan kerja.
“Saatnya santri ambil peluang untuk menjadi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Blitar ada 135 pondok pesantren, ini sebuah modal untuk mewujudkan ekosistem yang bisa menghasilkan karya ekonomi kreatif. UMKM bisa dimulai dari pondok pesantren ini,” tambahnya.
Di hadapan para santri, Sandi memotivasi mereka untuk berani mengambil resiko dalam memulai wirausahanya. Mengingat saat memulai usaha tak ada kesuksesan yang diawali tanpa adanya kegagalan.
"Ketika belum ditakdirkan berhasil, harus berusaha lebih keras, bersyukur, bersabar, tidak ada orang sukses yang tidak berani mengambil resiko. Kegagalan merupakan syarat menuju kesuksesan. Kemudian harus tetap bernovasi, tidak ada orang yang sukses tanpa inovasi," tutup Menparekraf.
Kontributor: Wahid Ervanto
Editor: Zunus Muhammad
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua