Obituari

Innalillahi, Mustasyar PWNU DIY KH Asyhari Abta Meninggal Dunia dalam Usia 74 Tahun

NU Online  ·  Kamis, 24 September 2026 | 09:40 WIB

Innalillahi, Mustasyar PWNU DIY KH Asyhari Abta Meninggal Dunia dalam Usia 74 Tahun

Pengasuh Pesantren Tegalsari, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KH Asyhari Abdullah Tamrin (istimewa) 

Jakarta, NU Online

Inna lillahi wa inna ilahi raji’un

 

Ulama kharismatik asal Yogyakarta sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tegalsari, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KH Asyhari Abdullah Tamrin atau yang akrab dengan KH Asyhari Abta dikabarkan meninggal dunia di usia 74 tahun pada Kamis (24/9/2026) pukul 04.01 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Kabupaten Sleman, DIY.

 

"Sampun kapundhut wangsul wonten ngarsanipun Gusti Allah kang Maha Agung. Kanthi tentrem jalaran gerah sakwetawi swedal (Telah dipanggil kembali menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Agung. Dengan tenang setelah beberapa waktu mengalami sakit,” demikian informasi yang beredar luas.

 

Jenazah almarhum akan dimakamkan pada Kamis (24/9/2026) pukul 15.30 WIB. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Tegalsari, Gang Taqorub, Tegalsari, Wedomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.

 

Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidupnya almarhum memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

 

“Nglenggono hambok bilih nikolo sugengipun almarhumah hanggadahi kalepatan dhumateng panjenengan sedaya, kapareng kulo sakulawargo ingkang nyuwunaken pangapunten (dengan segala kerendahan hati, apabila semasa hidup almarhum memiliki kesalahan kepada Anda semua, kami sekeluarga memohon agar berkenan memberikan maaf),” tuturnya.

 

Sejumlah anggota keluarga yang sedang berduka cita antara lain Nyai Siti Muthri’ah Asyhari, Ataka Badrud Duja, Vita Widyasari, Aqim Dinana, Hari Nurcahyo, Fauqi Midad Ni’am, serta keluarga besar H. Sa’idu dan H. Abdullah Thamrin.

 

Berdasarkan susunan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY periode 2022-2027 pada SK PBNU nomor 05.A.II.04/03/2022 tertanggal 6 Syakban 1443 H/10 Maret 2022 M, almarhum menjabat sebagai Mustasyar PWNU DIY.

 

Selain menjadi Mustasyar PWNU DIY, almarhum juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU DIY pada periode 2006-2011 dan 2012-2016 serta Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul selama dua periode.

 

Salah satu murid almarhum yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Kabupaten Bantul, KH Hilmy Muhammad menyampaikan bahwa sosoknya dikenal sebagai dai yang berkeliling ke pelosok-pelosok desa sejak muda.

 

“Banyak sekali majelis yang beliau inisiasi dan beliau ampu selama memimpin Korps Dakwah Mahasiswa (Kodama) di seputaran Kabupaten Bantul,” katanya dalam keterangannya.

 

“Ceramah beliau selalu renyah, ringan, tanpa kehilangan bobot. Materinya soal-soal akhlaq dan ajaran-ajaran ahlus sunnah wal jama’ah, dan antara yang sering beliau kutip adalah pelajaran-pelajaran dari Allahuyarham Simbah KH Ali Maksum,” sambungnya. 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang