Obituari

Sejak Muda, KH Hasanuddin Kriyani Aktif di Masjid dan Dunia Pendidikan

NU Online  ·  Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Sejak Muda, KH Hasanuddin Kriyani Aktif di Masjid dan Dunia Pendidikan

Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj saat melepas jenazah Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Almarhum Almaghfurlah KH Hasanuddin Kriyani di Masjid Agung Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (Foto: istimewa)

Cirebon, NU Online 

 

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada Rabu (12/8/2026) siang. Kewafatannya menjadi duka mendalam bagi masyarakat.

 

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani mewakili keluarga dan Buntet Pesantren mengisahkan sosok pamannya tersebut semasa hidupnya yang dekat dengan masjid dan aktif di dunia pendidikan.

 

"KH Hasanuddin Kriyani termasuk sosok yang dekat sekali dengan masjid. Beliau sejak usia 30 tahun giat mengimami jamaah di Masjid Agung Buntet Pesantren hingga di usia sepuhnya," katanya saat pelepasan jenazah di Masjid Agung Buntet Pesantren, Kamis (13/8/2026).

 

"Selain kealimannya, beliau juga tokoh dalam dunia pendidikan di Buntet Pesantren," lanjut anggota Dewan Sepuh Pondok Buntet Pesantren itu. 

 

Sementara itu, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Aqil Siroj dalam sambutannya juga turut menyampaikan rasa kehilangannya di depan ribuan santri dan jamaah. 

 

"Mbah Kiai Hasanuddin termasuk seorang ulama. Dan kita patut bersedih sebab kehilangan ulama. Karena barang siapa yang tidak susah (sedih) sebab kehilangan orang saleh, maka ia seorang yang munafik," ujar Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu.

 

Setelah proses pelepasan di Masjid Agung Buntet Pesantren, para santri, masyarakat, dan jamaah dari luar kota berbondong-bondong mengiringi Almarhum KH Hasanuddin Kriyani menuju peristirahatan terakhirnya di Makbaroh Gajah Ngambung untuk dimakamkan.

 

Menurut penuturan Muhammad Ayrof Abduk, putranya, Kiai Hasanuddin wafat sangat mendadak mengingat tidak ada gejala sebelumnya. Keberangkatannya ke Jakarta dalam rangka menjalani pemeriksaan kesehatan berkala.  

 

Sebelumnya, Pondok Buntet Pesantren juga berduka dengan wafatnya KH Adib Rofiuddin Izza pada 1 Juni 2026 lalu. Belum genap 100 hari, pesantren yang didirikan Mbah Muqoyyim pada abad 18 ini kembal berduka dengan wafatnya KH Hasanuddin Kriyani yang baru diamanahi sebagai sesepuh.

 

Diketahui, KH Hasanuddin Kriyani sejak muda diamanahi masyayikh Pondok Buntet Pesantren sebagai kepala madrasah mulai tsanawiyah hingga aliyah. Almarhum juga menjadi imam shalat rawatib di Masjid Agung Buntet Pesantren. Di Nahdlatul Ulama, Almarhum pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon masa khidmah 2006-2011.

 

Kontributor: Farhat Kamal

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang