Berkarakter Lewat “Kelas Program Layanan”
Kamis, 16 Juli 2015 | 05:03 WIB
Segudang prestasi sudah akrab dengan MTs Negeri Sumber Bungur. Tiap pergantian tahun, ragam karya yang diganjar dengan penghargaan selalu menghiasinya. Rupanya, semua itu tidak lepas dari peran aktif serta kepedulian pengasuh pesantren. <>
Madrasah yang terletak di Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan itu tidak serta merta menjadi sebuah institusi besar yang memiliki kualitas mapan serta kemilau prestasi yang hingga kini terus melekatinya. Akan tetapi, ia merupakan sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang hingga akhirnya mengkristal.
MTsN Sumber Bungur mulanya berbibit dari pesantren yang terletak di Kampung Sumber Bungur, Pakong. Pesantren Sumber Bungur, namanya. Kendati demikian, Sumber Bungur bukanlah satu-satunya pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pakong.
Pesantren Sumber Bungur sendiri berdiri pada 1921 yang dirintis oleh KH. Muhammad Khalil (w. 1950). Beliau masih memiliki hubungan famili dengan Pesantren Sumberanyar dan Banyuanyar Pamekasan.
Sepeninggal Kiai Khalil, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama KH. Abd Majid (w. 1957). Kemudian estafet kepemimpinan dinakhodai dua orang putranya: KH. Achmad Madani dan KH. Ali Makki. Keduanya pernah mengenyam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Banyuanyar dan Buduran Sidoarjo.
Lembaga formal yang dikelola Pesantren Sumber Bungur, bermula dari kehadiran Madrasah Mu’allimin dan pada tahun 1968 berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah. Kemudian pada tahun 1972 sampai sekarang, lembaga pendidikan tersebut berubah status menjadi negeri yang secara otomatis pengelolaannya berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Dalam perkembangannya, MTsN Sumber Bungur banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, baik dari bertambahnya siswa, lengkapnya fasilitas, maupun tambahan staf pengajar yang profesional di bidangnya. Bahkan, terdapat beberapa siswa dari luar Pamekasan bahkan dari luar Madura yang memang sengaja datang untuk menimba ilmu di dalamnya. Di antara siswa-siswa tersebut ada yang berasal dari Bali, Bandung, Sidoarjo, Surabaya, dan beberapa kota lainnya.
“Sebagai salah satu bukti konkretnya adalah prestasi yang telah dihasilkan dan kemampuan berkompetisi dalam keilmuan yang bersifat umum dan agama dengan sekolah-sekolah lain, terutama sekolah favorit di Kota Pamekasan. Alhamdulillah, kami bisa berkompetisi dan merengkuh prestasi,” terang Kepala MTs.N Sumber Bungur H Mohammad Holis.
Salah seorang guru senior MTsN Sumber Bungur A Syafiuddin menerangkan, banyaknya prestasi dan alumni yang sukses berkat profesionalitas dan kepedulian Pengasuh Pesantren Sumber Bungur. Dorongan kiai terhadap satu-satunya madrasah di Madura yang direkomendasikan Kemendikbud agar full menerapkan kurikulum 2013 itu, supaya terus meningkat, menjadi pemicu utama untuk terus berkarya.
“Pengasuh sangat menghargai prestasi murid. Misalnya ada murid kelas akhir yang berprestasi, beliau dorong untuk melanjutkan ke sekolah unggulan dan juga bertabur prestasi,” terang A Syafiuddin.
Saat ini, terdapat beberapa pretasi yang telah dicapai. Di antaranya di bidang inovasi kurikulum, pembelajaran dan layanan inovatif dengan pencanagan layanan PDCI (Peserta Didik Cerdas Istimewa), pencanangan penguatan kualitas SDM pendidik dan peserta didik, pencanangan kampung pendidikan Sumber Bungur, pencanangan kartu three fungsi (Kartu Pelajar, Kartu Perpus, dan ATM)
Sebagai sebuah madrasah yang peduli terhadap lingkungan, telah dibangun taman bunga di berbagai lokasi strategis di lingkungan madrasah untuk rencana strategis jangka menengah sebagai Madrasah Adiwiyata.
Selain pembangunan fisik dalam bentuk taman bunga, sebagai daya dukung Madrasah Adiwiyata, maka telah disusun pula kurikulum madrasah yang berwawasan Adiwiyata. Alhasil, MTsN Sumber Bungur tahun ini juara 1 madrasah peduli lingkungan tingkat kabupaten. Dan, sedang persiapan jadi delegasi Pamekasan dalam Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.
Prestasi lokal, regional, hingga tingkat internasional, nyaris tiap tahun jadi langganan MTsN Sumber Bungur. Di antaranya: sebanyak 13 siswa juara internasional dalam lomba yang diprakarsai UNSW Global Sidney-Australia, juara Singapore Mathematic Olympic, dan ragam prestasi lainnya.
Tampaknya, ke depan prestasi tersebut bakal kian melejit. Sebab, pengelolaan perpustakaan sebagai taman baca yang menjadi jendela dunia, makin maju saja. Untuk inventarisasi dan proses pelayanan, siswa dapat mengaksesnya lewat perpus.mtsnsumpa.sch.id.
Siswa juga bisa mengakses dunia literasi tersebut lewat jaringan lokal. Sudah ada server yang ditata dengan baik. Siswa yang punya tabled, bisa langsung memanfaatkannya. Sedangkan siswa yang tidak punya tabled, sekolah menyediakan sementara 20 unit tabled.
Kilas Balik
Madrasah Tsanawiyah Negeri Sumber Bungur Pamekasan ini tidak serta merta menjadi sebuah institusi atau lembaga besar yang memiliki kualitas mapan dan meraih prestasi maksimal seperti sekarang ini. Akan tetapi ia adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi sebuah lembaga bonafide.
MTsN Sumber Bungur pertama-tama berangkat dari sebuah Pondok Pesantren yang terletak di Kampung Sumber Bungur Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Kendatipun demikian, Pondok Pesantren Sumber Bungur bukanlah satu-satunya Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pakong.
Pondok Pesantren Sumber Bungur berdiri pada tahun 1921 yang dirintis oleh K.H. Muhammad Khalil (w. 1950). Beliau masih memiliki hubungan famili dengan Pesantren Sumberanyar dan Banyuanyar. Sepeninggal Kiai Khalil, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama K.H. Abd Majid yang wafat pada tahun 1957. Kemudian pengasuh pesantren dilanjutkan oleh dua orang putranya, yaitu K.H. Achmad Madani dan K.H. Ali Makki. Keduanya pernah mengenyam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Banyuanyar dan di Buduran Sidoarjo.
Pondok Pesantren Sumber Bungur memiliki kurang lebih 500 santri mukim yang terdiri dari santri putra dan santri putri. Adapun lembaga pendidikan formal yang mula-mula dikelola pada Pondok Pesantren ini adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (1989), Madrasah Ibtidaiyah (1936), Madrasah Tsanawiyah (1960), Madrasah Aliyah (1987).
Terkait dengan lembaga formal yang dikelola pada Pondok Pesantren Sumber Bungur ini, awal mula berdirinya Madrasah Tsanawiyah bernama Madrasah Mu’allimin dan pada tahun 1968 berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah. Kemudian pada tahun 1972 sampai sekarang, lembaga pendidikan ini berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri yang secara otomatis pengelolaannya berada di bawah naungan Pemerintah (dulu Departemen Agama, sekarang Kementerian Agama). Pada tahun 1990 melalui piagam yang ditanda tangangi oleh Menteri Agama, dan serah terimanya di Yogyakarta lembaga pendidikan ini menjadi Madrasah MODEL.
Dalam perkembangannya, MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, baik dari bertambahnya siswa, lengkapnya fasilitas, maupun tambahan staf pengajar yang profesional di bidangnya. Bahkan terdapat beberapa siswa dari luar Pamekasan bahkan dari luar Madura yang memang sengaja datang (ke MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan ) untuk menimba ilmu. Di antara siswa-siswa tersebut ada yang berasal dari Bali, Bandung, Sidoarjo, Surabaya, dan beberapa kota lainnya.
Walaupun letaknya jauh dari Kota Pamekasan, yaitu sekitar 22 Km, akan tetapi eksistensi MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan yang memang salah satu lembaga pendidikan terpilih sebagai sekolah percontohan, tetap tidak terpengaruhi oleh letak geografis yang dapat dikatakan jauh dari perkotaan. Sebagai salah satu bukti konkritnya adalah bahwa prestasi yang telah dihasilkan dan kemampuannya berkompetisi dalam keilmuan yang bersifat umum dan agama dengan sekolah-sekolah lain, terutama sekolah favorit di Kota Pamekasan.
Kelas Program Layanan
MTs Negeri Sumber Bungur terus menawarkan ragam inovasi. Salah satunya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang memercayakan anaknya mengejam ilmu di MTs Negeri Sumber Bungur. Program tersebut, salah satunya berupa kelas program layanan. Terdapat tiga kelas layanan di tahun ini.
Pertama, Kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI). Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) merupakan kelas program baru yang dimiliki oleh MTs Negeri Sumber Bungur. Kelas layanan ini merupakan bagian dari tuntutan perkembangan pendidikan yang semakin membutuhkan inovasi.
Kelas layanan ini diprioritaskan bagi siswa/siswi yang memiliki kelebihan dalam kemampuan menyerap materi pembelajaran, kelebihan kecepatan dalam belajar, sehingga harapannya siswa/siswi kelas layanan peserta didik cerdas istimewa mampu menyelesaikan masa study dalam rentang waktu 2 (dua) tahun.
Adapun dasar hukum pelaksanaan kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) ini adalah: Permendikbud nomer 158 Tahun 2014 tentang teknis pelaksanaan sistem SKS; Permendikbud nomer 59 Tahun 2014; dan Juknis Dirjen Pendidikan Menengah Tahun 2015.
Merujuk dari dasar hukum yang ada, maka sistem layanan yang diberikan pada siswa kelas Layanan Peserta Didik Cerdas Istimewa (PDCI) adalah sistem ketuntasan SKS. Dengan model pemetaan materi essensial pada tiap mata pelajaran.
Adapun kurikulm yang diterapkan adalah kurikulum Differensiasi dan Eskalasi yang berbasis kekhasan madrasah.
Kedua, Kelas Berprestasi Internasional. Kelas ini adalah sebagai jawaban dari pencanangan dan pelaksanaan dari MEA 2015 (Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015). sehingga kelas program ini perlu untuk diprogramkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait dengan hubungan internasional dan persaingan internasional yang semakin terbuka.
Kelas layanan ini menggunakan Kurikulum Madrasah 2013 yang berdiferensiasi dan eskalasi dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai pengantar dalam pembelajaran, dengan masa tempuh studi 3 (tiga) tahun.
Target yang ingin dicapai dari kelas ini adalah terbentuknya siswa-siswi berkaraktrer islami yang mampu berbahasa inggris dan bahasa arab secara aktif dan pasif untuk menghadapi perkembangan internasional. Selain itu, target yang diharapkan dicapai adalah siswa/siswi kelas layanan ini adalah mampu mempertahankan dan meningkatkan tradisi madrasah meraih prestasi ditingkat internasional.
Ketiga, Kelas Mata Pelajaran. Kelas ini adalah sebuah bentuk layanan terhadap kebutuhan masyarakat dan peserta didik yang memiliki kemampuan dan minat tertentu dalam bidang mata pelajaran tertentu. Sehingga MTsN Sumber Bungur membuat strategi yang bersifat mengakomodir kemampuan dan minat peserta didik.
Kelas mata pelajaran ini menggunakan, Kurikulum Madrasah 2013 dan Kurikulum Pengembangan sesuai karakteristik kelas mata pelajaran masing-masing.
Output yang diharapkan dari kelas ini adalah terbentuknya siswa-siswi berkarakter islami yang memiliki kemampuan sesuai bakat dan minatnya, sehingga memiliki nilai guna dalam penerapannya dilingkungan masyarakat. (Hairul Anam/Anam)
Foto: Siswa-siswi MTs Negeri Sumber Bungur juga dididik untuk peduli terhadap pendidikan lingkungan hidup.
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Amal Baik Sebelum Puasa: Saling Memaafkan dan Bahagia Menyambut Ramadhan
3
Melihat Lebih Dalam Kriteria Hilal NU dan Muhammadiyah
4
Didampingi SBY-Jokowi, Presiden Prabowo Luncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara
5
Jadi Pengumpul Dana Terbanyak, Pengurus LAZISNU Jatim dan Jateng Ikut Kunjungi Warga Palestina
6
Ini Alasan Presiden Prabowo Bentuk Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia
Terkini
Lihat Semua