Konsekuensi Jadi Bagian Masyarakat Ekonomi ASEAN
NU Online · Ahad, 18 Januari 2015 | 20:01 WIB
Sleman, NU Online
Pengasuh Pesantren Aswaja Nusantara, Mustafid menyebutkan konsekuensi-konsekuensi ketika Indonesia tergabung dalam Ekonomi ASEAN (MEA). Negara-negara di Asia tenggara tersebut akan terintegrasi, semua hambatan arus jasa dan barang dihilangkan.
<>
“Hambatan-hambatan antara negara itu akan diremove,” katanya pada diskusi di pesantren yang terletak di Mlangi, Sleman, Yogyakarta saat berdiskusi dengan para santri dengan tema Ekonomi ASEAN, Sabtu (17/01).
Ia mencontohkan, ketika orang Indonesia bekerja di Malaysia, maka tidak ada hambatan apa pun. Semua tarif akan dieliminasi. Di sini ada kompetisi bebas. Semua hambatan tarif akan diminimaliskan. Sedangkan semua aturan akan disederhanakan dan diharmonisasikan se-ASEAN.
“Semua sektor jasa dan investasi akan dibuka lebar,” katanya
Dengan aturan semacam itu, orang mana pun yang termasuk dalam ASEAN, bisa menanam investasi di Indonesia. Daerah ini akan menjadi sebuah area dan lapangan, kompetisi sederajat.
Integrasi ASEAN, kata Gus Mustafid, akan sukses menurut jika didukung beberapa faktor. Di antaranya dukungan yang cukup kuat dari beberapa elemen dan kolaborasi yang efektif di antara elemen-elemen yang ada.
“Jika semua kelembagaan bisa bekerja dengan baik, antara lembaga pemerintah dan swasta, maka akan mendukung kesuksesan integrasi ASEAN,” lanjutnya. Menurut dia, sukses atau tidaknya Indonesia dalam menjalani MEA tergantung pada faktor-faktor tersebut.
Dalam MEA, menurut dia, akan ada beberapa tantangan. Paling utamanya adalah kompetisi kerja. “Problem utama adalah ketersediaan peluang kerja yang terbatas. Kalau dulu saingan hanya dalam negara, tetapi besok akan banyak para ahli yang ingin bekerja di Indonesia juga. Persaingan Anda adalah mencari kerja.” (Nur Sholikhin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua