Pesantren An-Nur Wajibkan Santri Berahasa Arab-Inggris
NU Online · Kamis, 13 Juni 2013 | 03:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Pesantren An-Nur yang terletak di Kelurahan Sumbertaman Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo merupakan salah satu pesantren yang fokus pada program Tahfidul Qur’an. Bahkan pesantren ini menekankan santri untuk hafal Al-Qur’an.<>
Selain memiki program Tahfidzul Qur’an, pesantren yang diasuh oleh Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonoasih KH. Mahfud Sahal ini juga mewajibkan bagi santri yang menetap disana untuk bisa berbicara bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
”Kebijakan ini diambil pasalnya kedua bahasa itu sangat dibutuhkan di zaman sekarang termasuk diera yang akan datang. Jika santri tidak dibiasakan sejak dini, maka nanti setelah dewasa akan ditinggal oleh zamannya,” kata Kiai Mahfud kepada NU Online, Sabtu (8/6) lalu.
Menurutnya, hingga kini santri yang mondok di pesantrennya tersebut sebanyak 260 anak dari unsur putera dan puteri. Selama mondok tersebut, para santri wajib mengikuti tata tertib yang dibuat oleh pesantren.
”Mereka wajib untuk mengikuti tata tertib pondok termasuk kewajiban untuk berbahasa asing. Hal ini dilakukan supaya kelak setelah dewasa dan terjun di tengah-tengah masyarakat mereka tidak ketinggalan zaman,” jelasnya.
Menurut Kiai Mahfud, santri wajib untuk berbahasa asing selama 4 (empat) hari dalam seminggu. Dalam hari-hari tersebut mereka dituntut untuk memakai bahasa tersebut.
”Jadi dua hari mereka berbahasa arab dan dua harinya lagi mereka berbahasa Inggris. Kalau mereka melanggar ketentuan tersebut pengurus pondok wajib memberikan teguran dan tindakan,” terangnya.
Kiai Mahfud menambahkan kedua bahasa itu memang dianggap penting. Karena kedua bahasa itu dinilai sebagai bahasa internasional. ”Apalagi bahasa Inggris banyak digunakan oleh negara-negara di dunia,” pungkasnya.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor : Syamsul Akbar
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua