Cirebon, NU Online
Direktur Pascasarjana Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Dr. H. Arwani Syaerozi, MA menegaskan bahwa pesantren sebagai institusi pendidikan tertua di Indonesia, telah memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan nasional, terutama dalam mengawal moral.
“Tidak diragukan, pesantren menjadi benteng terakhir penjaga moralitas generasi muda,” tegas Doktor Maqasid Syari’ah dan Problematika Kemanusiaan lulusan Universitas Mohammed V Maroko pada sambutan stadium general dengan tema “Kontribusi Pesantren Dalam Pendidikan Nasional” di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon 23 November 2014.
Senada dengan Arwani Syaerozi, narasumber stadium general tersebut, Dr. H. Mashudi, M.Ag juga menekankan pembahasan pada efek negatif yang timbul akibat tidak ada keseriusan dalam mengawal akhlak.
“Kalau generasi muda tidak dibekali dengan budi pekerti, maka di kemudian hari tidak menutup kemungkinan akan menjadi pemimpin yang korup dan tidak berkarakter,” kata Asisten Direktur Pascasarjana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara ini.
Sementara Dr. H. Sa’dullah Assa’idi, M.Ag menganggap sistem pengajian kitab kuning merupakan salah satu ciri khas dan keunikan pendidikan pesantren. Sistem ini akan menjembatani hubungan intelektual generasi muda dengan para ulama pendahulu yang telah memberikan dedikasi terhadap kemajuan pendidikan.
“Kita harus bangga dengan sistem pendidikan pesantren, khususnya yang mampu menyelaraskan substani kitab kuning dengan realitas di mayarakat, yang mampu menyingkronkan duniawi dan ukhrowi,” kata Wakil Rektor I UNISNU Jepara ini.
Sementara sesepuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, KH Makhtum Hannan, mengatakan syukur ata dimulainya perkuliahan angkatan kedua pendidikan kader ulama Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah Babakan Ciwaringin. “Insya allah pesantren mampu mencetak generasi muslim yang unggul,” katanya.
Stadium general yang diikut santri Ma’had Aly dan ratusan santri putra-putri Babakan ini merupakan prosesi pembukaan angkatan kedua Pendidikan Kader Ulama di Ma’had Aly Al Hikamus Salafiyah.
Pada angkatan kedua ini, pendidikan kader ulama di pesantren Babakan Ciwaringin diikuti oleh 25 peserta. Pada angkatan pertama berhasil mewisuda 25 peserta dari berbagai propinsi dan daerah di tanah air. (Jamaluddin Mohammad/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua