Jombang, NU Online
Di lingkungan pesantren, Ramadhan identik dengan pengajian kitab kuning yang dilaksanakan satu minggu sebelum Ramadhan sampai tanggal 17 Ramadhan. Di pesantren Tebuireng Jombang, penutupan pengajian Ramadhan mengambil tema “Ittaqillaha kaithuma kunta, waatbiissaiyiata alhasanata tamkhuha” (taqwalah kamu dimana pun kamu berada, dan ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik karena akan menutupinya).<>
Halaman pesantren penuh dengan lautan orang baik dari santriwan dan santriwati Tebuireng atau pun santri kalong dari sekitar Jombang dan kabupaten sekitar. Terdengar lantunan sholawat yang diiringi dengan musik rebana yang memeriahkan suasana. Acara dimulai dengan pembacaan sholawat nabi kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan lalu mauidhoh khasanah oleh KH Ishaq Latif kemudian ditutup dengan do’a.
Dalam sambutannya Gus Fahmi, yang mewakili pesantren, berpesan santriwan dan santriwati diharapkan bisa membiasakan apa yang telah dilakukan di pesantren “Senang ndak di pondok,” tanya Gus Fahmi, Hadirin menjawab “Senang sekali,” lalu ditambahi shollu ala Muhammad, jawab para hadirin allamumma sholli alai.
Dalam mauidhoh khasanahnya, KH Ishaq Latif menyampaikan “Hormati yang tua karena belum dianggap umatnya Nabi yang sempurna kalau tidak bisa menghormati yang tua, di sisi lain terjadi terpuruknya kondisi negara ini karena tidak ada yang menghormati alias sok-sok-an atau ogah-ogahan."
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Asbabbul Ulum
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua