Tiap Minggu, Pesantren Al-Mukhtariyyah “Panenâ€
NU Online · Senin, 19 November 2012 | 07:32 WIB
Subang, NU Online
Sudah setahun lebih Pesantren Al-Mukhtariyyah jadi tempat Pangaosan Malam Senen (Panen) yang dimotori oleh para pengurus ranting NU Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat.
<>
Pengajian yang selalu dihadiri puluhan bapak-bapak tersebut merupakan sebuah revitalisasi pengajian yang dahulunya dipelopori oleh KH. Abdul Karim Ali, sejak KH. Abdul Karim wafat pada tahun 1993 pengajian tersebut mulai redup.
Menurut Pimpinan Pesantren Al-Mukhtariyyah, A. Hisyam Karim saat ditemui setelah pengajian, Senin (19/11). Dalam kesempatan itu, Hasyim Karim berseloroh, pengajian ibu-ibu selalu ramai, sementara pengajian bapak-bapak, jangankan ramai, menentukan waktunya saja belum selesai-selesai.
Pengajian yang dilaksanakan di Tajug Al-Mukhtar dari pukul 20.00–22.00 WIB tersebut menggunakan sistem calling (Pembaca Keliling), yaitu dalam melakukan pembacaan kitab tidak dilakukan oleh satu orang saja, melainkan bergantian di setiap minggunya, begitu pun dengan konsumsi.
“Biasanya yang membaca kitab dan memberi konsumsi ditentukan sama kami, alhamdulillah bapak-bapaknya tidak ada yang complain, bagi yang kurang menguasai Bahasa Arab, kami sediakan Kitab Remyak-nya” ujar A. Fahmi Karim, bendahara Ranting NU Caracas.
Setelah isi kitab dibaca dan dijelaskan, pengajian yang mengulas kitab Kasyifatusyaja (Syarah Kitab Safinahtun Naja, red.) tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi, masing-masing peserta harus mengungkapkan pertanyaan atau peryataan mengenai tema yang sedang dibahas.
Redaktur : Hamzah Sahal
Kontributor : A. Luthfi Karim
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua