Oleh Arrial Thoriq
Mbah Hasyim, ingin kami bercerita kepadamu
Tentang kami, santri-santrimu
Yang belajar di pondok-pondokmu
Dengan mereka, yang suka memaki kami
Yang belajar dari bayangan dan khayal
Tapi sukanya berlaga seperti ulama
Antara kami dan mereka
Terdapat parit lebar terbuka
Mereka menyebut kami cucumu yang durhaka
Yang pantas masuk neraka
Padahal kami mengurus NU penuh suka
Lillahi ta’ala tanpa duka
Antara kami dan mereka
Terdapat parit lebar terbuka
Kami syi’iran
Mereka mengkafirkan
Kami penuh kesabaran
Mereka penuh kebencian
Antara kami dan mereka
Terdapat parit lebar terbuka
Shalawat Nariyah kata mereka bid’ah
Slametan kata mereka tiada faedahnya
Nderek kyai kata mereka taqlid buta
Jadi santri kata mereka kolot belaka
Mereka boleh sesukanya menyakiti kami
Tapi kalau mereka sampai mengusik Pancasila
Dan menggoyang keutuhan NKRI
Kami, Banser, Fatayat, Muslimat, dan kader NU lainnya
Siap berjihad memenuhi fatwamu Mbah Hasyim
Jihad fi sabilillah mempertahankan Sang Dwiwarna
Di depan kan selalu kami nyanyikan :
Pusaka hati wahai tanah airku
Indonesia negeriku
Engkau panji martabatku
Siapa datang mengancammu
Kan binasa di bawah dulimu!
Arrial Thoriq Setyo Rifano, pelajar SMA Negeri 4 Malang, Jawa Timur
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua