13 Madrasah NU di Nias yang Rusak Akibat Tsunami Belum Diperbaiki
NU Online · Sabtu, 29 Desember 2007 | 03:59 WIB
Sebanyak 13 madrasah Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), yang rusak akibat gempa tsunami pada akhir Maret 2005 silam, hingga kini belum tersentuh perbaikan. Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Nias pun seakan tinggal diam.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Nias, Abdul Madjid, kepada Kontributor NU Online di Nias, Muhammad Safii, melalui sambungan telepon, Jumat (28/12) kemarin.<>
"Kita sudah menyurati secara resmi BRR Nias. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan. Kita meminta agar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, selaku penanggung jawab BRR Aceh dan Nias, mengevaluasi kinerja BRR Nias itu," kata Madjid.
Ia menjelaskan, ada sekitar 30 ribu warga Nahdiyin yang anak-anaknya membutuhkan sekolah tersebut sebagai tempat pendidikan agama Islam. "Sekali lagi kita meminta pihak yang berkompeten dalam permasalahan ini segera memperbaiki sekolah NU yang rusak segera dibangun kembali,” pungkasnya.
Secara terpisah, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Sumut, Parulian Siregar, meminta pihak terkait untuk segera mempercepat perbaikan madrasah tersebut.
"Jangan ada diskriminasi pembangunan sekolah yang rusak. Karena program pembangunan yang dilakukan BRR diyakini tidak ada yang didiskriminaasikan,” tegasnya.
Ke-13 madrasah NU yang belum tersentuh perbaikan itu, antara lain, MA Gunung Sitoli, MI 2 Lahewa, MI Walo Afulu, MI Bulunio, MI Gamo, MI Tagaule, MI Botohaenga, MI Islamiyah La'aya, MI Islamiyah Fofola, MI Islamiyah Sinene'eto, MI Humene, MI Mo'awo Lahewa, MI Mo'awo Gunung Sitoli. Sementara, yang sudah dibangun adalah MI Gunung Sitoli dan MI Miga. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua