7 Doktor NU dari Jepang Segera Kembali Berkiprah di Tanah Air
NU Online · Rabu, 28 Maret 2007 | 06:56 WIB
Beppu, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) semakin memantapkan diri untuk memasuki era ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebanyak 7 kader NU yang telah menyelesaikan program doktornya (strata 3) di Jepang, akhir bulan Maret ini akan pulang dan segera kembali berkiprah di Tanah Air. Para ilmuwan dan peneliti itu akan mengabdikan diri untuk NU, bangsa dan negara.
Ketujuh doktor NU itu, tiga di antaranya merupakan lulusan Universitas Hiroshima. Antara lain, Dr Agus Zainal Arifin (bidang studi Computer Science), Dr Budi Setyo P (bidang studi Teknik Perkapalan) dan Dr Irvan Faizal (bidang studi Bioteknologi). Dua lainnya dari Universitas Fukuoka, Dr Huda dan Dr Yusril Yusuf. Satu lulusan Ritsumeikan Universitas Oita, Dr Indra Singawinata serta dari Universitas Sendai, Surya Dr Sumpeno.
<>Ketua Tanfidziyah NU Japan Lukman Hakim menjelaskan kepada NU Online di Beppu, Jepang, Rabu (28/3), Dr Agus Zainal Arifin yang juga mantan Rais Syuriah NU Japan (2006-2007), adalah doktor teknik yang meneliti deteksi osteoporosis menggunakan foto rahang.
Menurutnya, penemuan Agus Zainal yang juga Dosen pada FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, itu cukup fenomenal. Karena selama ini deteksi penyakit osteoporosis menggunakan foto tulang yang jelas mahal. “Dengan menggunakan foto rahang lewat dokter gigi, pendeteksian osteoporosis akan lebih murah dan cepat,” terangnya.
Sementara, lanjutnya, Dr Irvan Faizal M.Sc adalah ahli bioteknologi. Disertasi doktornya tentang rekayasa genetika dan bioteknologi bakteri yang siap diberdayakan untuk memproduksi bahan pembersih non-kimiawi karena diproses secara biologis. “Pak Irvan (Faizal, Red) yang juga staf BPPT adalah mantan koordinator Bidang Kajian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan di kepengurusan NU Japan 2006-2007,” ungkapnya.
Sedangkan Dr Budi Setyo M.Eng menemukan metode evaluasi dan desain keselamatan kapal yang cocok untuk perairan Indonesia. “Pak Budi belajar di IDEC Universitas Hiroshima. Belaiu mantan Pengurus NU Japan 2007-2008 juga. Saat ini adalah staf UPT BPPH-BPPT (Indonesian Hydrodynamic Laboratory), Surabaya,” jelas Lukman.
Dari luar kota Hiroshima, Lukman menambahkan, Dr Indra Singawinata dari Ritsumeikan Universitas Oita). Ia adalah mantan Ketua Tanfidziyah NU Japan pada periode 2006-2007. Dr Yusril Yusuf dari Fukuoka adalah mantan Katib Syuriah NU Japan 2006-2007. Berikutnya, Dr Surya Sumpeno M.Sc dari Sendai adalah penanggung jawab server dan website NU Japan. (rif)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua