Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan musuh-musuh Iran dan Irak takut terhadap penyatuan kedua negara tersebut.
"Orang-orang yang iri terhadap bangsa Irak akan berusaha sekuat tenaga untuk mengisolasi negara tersebut dari arena regional dan internasional," katanya ketika berbicara kepada wartawan setelah kembali dari ibukota Irak, Baghdad, Selasa (4/3).<>
Berkenaan dengan pendudukan pasukan asing di Irak saat ini, Presiden Ahmadinejad mengatakan mereka, pelaku pendudukan, tidak ingin pemerintah Irak memainkan peran di arena internasional.
Ahmadinejad mengatakan, Iran dan Irak memiliki beragam kekayaan alam yang sangat potensial, dan jika mereka menyatu, kekuasaan mereka akan sangat berlipat.
Lebih lanjut ia mengatakan, Iran dan Irak adalah dua bangsa dengan kesamaan budaya dan peradaban dan secara alami menyatu satu sama lain.
"Kedua bangsa menikmati kesamaan sejarah dan ikatan emosional, dan kedua bangsa sangat ingin melakukan ziarah ke tempat-tempat suci di Irak dan Iran, dan jika kondisi keamanan mengizinkan, jutaan peziarah dapat berkunjung ke kedua negara setiap tahun."
Kepala Negara Iran tersebut mengemukakan delapan perjanjian kerjasama di sektor energi, minyak, transportasi, jalur kereta api, dan industri telah ditandatangani dalam kunjungan tersebut.
Presiden Ahmadinejad memimpin delegasi tingkat tinggi ke Irak selama dua hari, yang berakhir Senin (3/3) kemarin. (ant/nur)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua