Warta

Ahmadinejad Hadiri KTT OKI di Tengah Desakan Internasional

NU Online  ·  Senin, 9 November 2009 | 13:20 WIB

Teheran, NU Online
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengambil bagian dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Turki pada Senin di tengah tekanan internasional soal program nuklir negara itu. Lawatan Ahmadinejad ke Turki itu menjadi pusat perhatian internasional setelah Presiden Sudan Omar Al-Bashir membatalkan kehadirannya pada menit terakhir dalam pertemuan puncak para kepala negara dan kepala pemerintahan yang tergabung dalam organisasi beranggotakan 57 negara berpenduduk Islam itu.

Turki menolak seruan internasional untuk menangkap Presiden Bashir, namun Sudan mengumumkan pembatalan itu pada Ahad dengan alasan bahwa terdapat perundingan politik penting di dalam negeri. Kantor berita Sudan, SUNA melaporkan, Bashir, yang sebelumnya menghadiri pertemuan puncak China-Afrika di Sharm El-Sheikh, Mesir, telah menelepon Presiden Turki Abdullah Gul dan mengatakan, ia tidak bisa menghadiri KTT OKI tersebut.<>

Pembatalan itu dilakukan di tengah meningkatnya tekanan menyusul desakan Uni Eropa kepada pemerintah Ankara agar melarang atau menangkap pemimpin kepala negara Sudan itu. Bashir menjadi sasaran surat perintah penangkapan oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan melanggar hak asasi manusia di Darfur oleh di Den Haag.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Bashir pada 4 Maret silam. Jurubicara ICC, Laurence Blairon mengatakan pengadilan yang bermarkas di Den Haag, surat perintah penangkapan terhadap Beshir berisikan tujuh tuduhan -- lima kejahatan atas kemanusiaan dan dua kejahatan perang.

KTT Istambul, yang memfokuskan pada pengembangan kerja sama perdagangan yang lebih terbuka antar negara anggota, itu mendorong beberapa kepala negara untuk menghadirinya, antara lain Presiden Suriah Bashar Al-Assad, Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad.

Program nuklir Iran merupakan salah satu isu yang didiskusikan dalam pertemuan antara Presiden Ahmadinejad dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip dan Presiden Turki Abdullah Gul setelah pemimpin Iran itu tiba di Turki pada Ahad.

Sementara itu, Ketua Jururunding nuklir Iran Saeed Jalili pada Ahad (8/11) mengatakan pihaknya ingin mencapai kesepakatan "sesegera mungkin" sesuai rencana dan mengatakan Teheran mengharapkan melakukan diskusi lebih lanjut. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang