Warta

Ansor Jangan Terkungkung Masalah Kecil

NU Online  ·  Senin, 16 Maret 2009 | 06:15 WIB

Brebes, NU Online
Menghadapi Pemilu, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama diharap tidak hanya terkungkung pada persoalan-persoalan kecil, seperti menjadi tim sukses para calon anggota legislatif (caleg). Ansor diminta membantu pengamanan pemilu dan melakukan gerakan-gerakan peningkatan pemilu yang berkualitas.

“Kalau sekadar ikut pengamanan pemilu itu sudah biasa dilakukan oleh Banser. Tapi bagaimana Ansor bergerak meningkatkan kualitas pemilu belum dilakukan maksimal,” ujar Wakil Ketua GP Ansor Jawa Tengah Drs. Jabir Al Faruqi di sela-sela Konferensi Cabang (Konfercab) Ansor Brebes di Pondok Pesantren Modern Al Falah desa Jatirokeh Songgom Brebes Ahad (15/3) kemarin.<>

Dengan peningkatan kualitas pemilu, lanjut Jabir, Ansor sebagai tulang punggungnya NU berarti telah bergerak digaris depan dalam membenahi masalah-masalah bangsa. Artinya, Ansor harus kreatif dengan pemberdayaan masyarakat. Caranya, dengan melakukan terobosan-terobosan riil pada berbagai pemecahan masalah-masalah yang tengah berkembang di masyarakat sekitar.

Pergerakan itu, bisa dilakukan secara bersama-sama dengan membawa bendera ansor atau secara individu dengan membawa bendera lain yang didirikannya sendiri. Bendera tersebut bukan pinjaman, tapi atas daya kreatif personal-personal anggota GP Ansor. Sehingga ketika mengusung persoalan yang 'membahayakan' Ansor, organisasi Ansor bisa terselamatkan.

Dari pergerakan para awak Ansor, secara otomatis akan mendongkrak citra Ansor. Sebab pergerakan seseorang akan melekat pula dimana orang tersebut berorganisasi. “Disinilah, pentingnya Ansor bisa menjadi pendorong, pemrakarsa pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” ungkap Jabir.

Artinya, sambung Jabir, Ansor jangan kehilangan kreatifitas untuk mengungkap kasus korupsi di daerahnya, misalnya. Sebab walau bagaimanapun, penegakan hukum di negeri ini harus dituntaskan dan tidak boleh terhalang oleh apapun.

“Yang penting, gerakan-gerakan Ansor tidak merugikan masyarakat, pasti mendapat dukungan dari masyarakat dan penegak hukum,” tuturnya mantap.

Namun demikian, Ansor harus belajar dan menata pelaporan penyelewengan dengan sistem dan prosedur yang berlaku. Sehingga tetap sasaran dan berhasil dengan sukses. “Dengan mengetahui tata aturan, maka penyampaian fakta di lapangan tidak dianggap fitnah,” pungkasnya. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang