Batang, NU Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi kepemudaan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sampai kapanpun tidak akan menjadi underbow partai politik tertentu.
"Sampai kapanpun Ansor, ya Ansor. Tidak bisa dijadikan PDIP, PKB, PPP atau yang lain," kata Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf di Batang, Jawa Tengah pekan lalu.
Saifullah mengemukakan hal itu ketika berbicara di hadapan peserta Kursus Banser Lanjutan yang digelar Satkorwil Banser Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah.
Dikatakannya, memasuki usia ke-73 tahun, keberadaan GP Ansor harus lebih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi negara yang masih rawan terjadi bencana alam.
Oleh karena itulah, katanya, saat ini di Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dibentuk unit-unit yang secara fungsional dapat diperbantukan untuk berperan dalam penanganan bencana atau musibah seperti Search and Rescue (SAR), dan Balakar yang menangani kebakaran, khususnya kebakaran hutan.
Dalam kaitan dengan politik, meski secara organisasi Ansor tidak terkait partai politik tertentu, namun secara pribadi-pribadi anggota Ansor tidak dilarang bergabung dengan partai politik.
Oleh karena itu, saat ini kader-kader Ansor tersebar di banyak partai politik, Ada yang di Partai Golkar, PDIP, PAN, PKB, PPP, PKNU dan lain-lain.
Gus Ipul sendiri saat ini merupakan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP, setelah sebelumnya pernah bergabung di PDIP dan PKB.
GP Ansor sendiri, kata Saifullah yang juga Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut, harus bisa menjadi titik temu para kader Ansor yang secara politik berbeda afiliasi kepartaiannya. (ant/kut)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
5
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
6
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
Terkini
Lihat Semua